Home News Hadiri Munas Alim Ulama PPP, Anies Baswedan: Jaga Persatuan untuk Indonesia Sejahtera

Hadiri Munas Alim Ulama PPP, Anies Baswedan: Jaga Persatuan untuk Indonesia Sejahtera

oleh Gungdewan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat kalungan sorban serta tasbih dari Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat kalungan sorban serta tasbih dari Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa.

FAKTUAL-INDONESIA: Gubernur Kepada Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan juga hadir pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pondok Pesantren Fadlul Fadlan, Semarang, Jawa Tengah.

Anies merupakan salah satu dari empat gubernur yang diundang dalam acara itu. Bahkan dalam kehadirannya itu Anies mendapat kalungan sorban serta tasbih dari Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa.

Anies Baswedan menyampaikan, jika sorban dan tasbih yang diberikan kepadanya adalah sebuah bentuk kehormatan.

Anies melihat pemberian itu merupakan sebuah kehormatan karena ia mendapatkannya dari alim ulama. Oleh karena itu ia akan merawat dan memanfaatkannya dengan baik.

“Saya akan akan merawat serta menggunakannya sorban dan tasbih ini untuk beribadah,” ucap Anies.

Saat memberikan paparan  Anies mengatakan pentingnya persatuan bagi Indonesia dan hal ini perlu dijaga untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

“Persatuan adalah ikhtiar manusia, persatuan adalah hasil kerja kita. Jadi yang harus kita dorong itu persatuan,” ujar Anies yang dipantau secara daring, Minggu (17/10/2021).

Anies mengatakan keberagaman merupakan ciptaan Allah yang harus diterima oleh manusia. Untuk itu, diperlukan persatuan yang merupakan hasil kerja manusia yang perlu terus dijaga oleh rakyat Indonesia.

Anies menyampaikan pentingnya persatuan. Menurut dia, persatuan dapat terajut bila terdapat keadilan di tengah-tengah masyarakat.

Anies mencontohkan kebijakan transprotasi di Jakarta yang dijadikan ruang ketiga bagi masyarakat Jakarta tanpa disekat status sosial.

“Kami mengelola persatuan di Jakarta dengan mengelola ruang ketiga yakni di transportasi publik sebagai ruang yang setara kepada semuanya dengan membangun ruang tanpa perbedaan,” tuturnya.

DKI Jakarta, kata Anies, yang dipimpinnya sekarang merupakan miniatur dari Indonesia. Pasalnya, di sana terdapat berbagai suku, agama, dan budaya yang disatukan di satu wilayah.

“Semua ada di Jakarta pulau manapun ada, sebutkan kabupaten manapun ada, lengkap. Jadi kalau tanya Jakarta, itu lengkap beragam,” ujar Anies.

Keberagaman Indonesia masih kalah dengan negara seperti India, Afghanistan, dan Papua Nugini. Namun yang membedakannya adalah persatuan, seperti jargon PPP, yakni merawat persatuan dengan pembangunan.

“Jadi kata terpentingnya adalah tunggal, jadi itu yang membedakan Indonesia dibanding dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia,” ujar Anies. ***

= = = = = = = = =

‘HUBUNGI KAMI’

Apakah Anda tertarik  dengan informasi yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki informasi atau ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com

Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***

= = = = = = = = =

Tinggalkan Komentar