Nusantara
Wali Kota Semarang: Kebijakan Mudik Adalah Kado Terindah Dari Jokowi

Hendi pimpin rapat persiapan Ramadhan dan Lebaran. (Foto: semarangkota.go.id)
FAKTUAL-INDONESIA: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan, diizinkannya kegiatan mudik lebaran 2022, merupaka kado terindah dari Presiden Jokowi.
Hal itu diungkapkan Hendi di Balaikota Semarang, tengah pekan ini. Ia secara terbuka menitip pesan agar masyarakat bisa mempersiapkan aktivitas mudiknya sebaik mungkin supaya semuanya lancar.
“Kepada sedulur-sedulur selamat berpuasa Ramadhan, sekaligus selamat mendapatkan kado terindah dari Presiden, boleh mudik,” tutur Hendi.
Ia berharap semoga perjalanannya lancar, selamat, sehat. Pastikan sedulur-sedulur memenuhi syarat untuk mudik, termasuk booster. Bagi yang belum melaksanakan vaksin ketiga diimbau untuk segera dilengkapi.
Hendi memastikan pihaknya siap menyambut dan melayani para pemudik, baik yang bertujuan akhir di Kota Semarang maupun yang akan melanjutkan perjalanan ke daerah lain.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, segera melakukan koordinasi dengan Forkopimda Kota Semarang, termasuk pihak kepolisian guna memastikan pelayanan berjalan lancar dan nyaman bagi pemudik.
Tak hanya itu, Hendi memastikan pihaknya akan mengecek seluruh infrastuktur jalan untuk pemudik yang menempuh jalur darat, agar nyaman dilalui. Salah satunya pengecekan dan perbaikan akan difokuskan pada daerah-daerah cekungan yang berpotensi terjadi genangan.
“Untuk pelayanan publik bagi pemudik di Kota Semarang, sesuai pengalaman sebelumnya menerima para pemudik dari berbagai daerah, kami juga akan mendirikan posko mudik dengan layanan kesehatan dan istirahat bagi pemudik,” ungkap Hendi.
Selain itu untuk proses screening, Hendi akan memaksimalkan aplikasi peduli lindungi. Untuk itu ia berharap semua pemudik dalam kondisi sehat, serta terpenting sudah melakukan vaksinasi hingga vaksin booster.
Meski begitu, dirinya menekankan tetap akan menyiapkan tempat karantina bagi pemudik yang ditemukan terpapar Covid-19.
“Tujuh tempat karantina telah kita siapkan dengan total 700 bed dan pelayanan makan 3 kali sehari serta tenaga medis bagi pasien OTG. Selain itu ada 20 rumah sakit bagi pasien dengan gejala berat Tapi saat ini baru 1 rumah karantina di Kota Semarang yang diaktifkan karena penurunan angka covid,” tambahnya.
Tak hanya memastikan kesiapan protokol kesehatan, screening dan kenyamanan pemudik, Hendi pun menyiapkan sejumlah destinasi wisata bagi pemudik. Kekayaan wisata heritage, religi dan kuliner, juga akan disiapkan dan dikembangkan untuk menyambut Lebaran.
“Dari sisi kuliner, banyak tempat makan enak mulai dari soto, sop kakap, gudeg, leker, mangut, dan masih banyak lagi. Kami minta Dinas Pariwisata untuk share info wisata Kota Semarang baik secara offline maupun online melalui medsos,” pungkasnya.***