Nusantara
Wagub Jawa Tengah Ingatkan Soal Vaksin Kedaluwarsa

Wagub Taj Yasin kawal vaksin para santri. (Foto: Humas Pemprov Jateng)
FAKTUAL-INDONESIA: Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikmah Desa Ngadipurwo, Kabupaten Blora, mengikuti vaksinasi Covid-19, Sabtu (6/11/2021). Para santri antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung di halaman Ponpes.
Muhammad Imam Sufwan, salah seorang santri, tampak malu dan salah tingkah ketika Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ikut mengawal, dan mengajak berbincang warga Desa Picis, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang tersebut.
Sembari tersipu malu-malu, santri 12 tahun itu menjawab pertanyaan Gus Yasin, sapaan akrab wagub, dengan lirih, meskipun itu hanya pertanyaan candaan agar para santri tidak tegang menjelang divaksin.
Tidak hanya mengajak berbincang, Gus Yasin bahkan mengantar ke ruangan dan mendampingi hingga Imam selesai divaksin. Wajah lega dan senyum bahagia terpancar ketika petugas kesehatan selesai menyuntik vaksin Covid-19 dosis dua, kemudian mempersilakan Imam keluar ruangan.
“Saya kaget tapi senang tadi didampingi Pak Wakil Gubernur. Saya lega sudah divaksin, agar sehat dan bisa kembali belajar tatap muka,” ungkap Imam.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin memberikan hadiah istimewa kepada salah seorang santri yang sedang antre vaksin. Melihat warna peci santri yang sudah usang, Gus Yasin memberikan peci yang dikenakannya kepada sang santri. Santri beruntung tersebut mengucapkan terima kasih dan langsung mengganti peci usangnya dengan peci pemberian wagub.
Gus Yasin berharap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Blora terus digencarkan. Terlebih saat ini Kabupaten Blora masih masuk level 3, sehingga pelaksanaan vaksinasi massal dilakukan secara serentak di berbagai sentra vaksin, termasuk vaksinasi di Ponpes.
“Ini sudah bagus santri-santri di Ponpes banyak yang divaksin. Alhamdulillah ini vaksinasi dosis kedua, dan tidak ada kendala atau permasalahan sampai sekarang” katanya.
Taj Yasin mengingatkan tentang pentingnya pengecekan batas waktu penggunaan vaksin. Jangan sampai di kabupaten atau kota ada temuan penggunaan vaksin yang sudah kedaluwarsa.
“Seperti kemarin saat Pak Gubernur kunjungan ke Kudus, ada vaksin yang kedaluwarsa. Itu perlu diperhatikan terus,” tandasnya.***