Nusantara
Sendang Lanji, Jadi Pusat Melasti Umat Hindu Di Sragen

Umat Hindu Sragen laksanakan Melasti. (Foto: FAKTUALid/Ki Pujo Pandunung)
FAKTUAL-INDONESIA: Sendang Lanji, di Pedukuhan Selogono, Desa Miri, Kecamatan Sumberlawang, menjadi pusat ritual Melasti umat Hindu Kabupaten Sragen, Sabtu (26/2/2022). Melasti sendiri rutin dijalankan setiap menjelang Hari Raya Nyepi.
Upacara keagamaan ini relatif meriah karena dihadiri Perwakilan dari 11 Pure dengan jumlah sekira 150 umat. Meski demikian kegiatan umat Hindu ini tetap menerapkan prokes ketat.
Upacara Melasti dipimpin Mangku ALit Sukadi dari pure Mojo Agung, Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.
Ketua II Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Sragen, Nunik Tri Warini Utami, menuturkan, Melasti merupakan proses peningkatan Sradha dan Bakti kepada Ida Hyang Widhi, dengan tujuan menghilangkan memala (penderitaan).
“Dalam bahasa Jawa Kuno dituliskan: ‘Melasti ngaranira ngiring prewatek dewata, anganyutaken laraning jagat, papaklesa, letuhing bhuwana’ (upacara Melasti hendaknya didahului dengan memuja Tuhan, agar manusia mendapat kekuatan suci untuk mengelola kehidupan di dunia),” kata Nunik, Sabtu (26/2/2022).
Menurut guru SMKN 2 Sragen yang belum lama purna tugas ini, Melasti bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia guna mengembalikan kelestarian lingkungan alam.
Melasti juga menuntun manusia untuk menghilangkan ketidaktahuan yang disebabkan oleh Awidya (kegelapan/ketidaktahuan), Asmita (egoisme) , Raga (mengumbar hawa nafsu) , Dwesa (sifat pemarah dan pendendam), Adhiniwisesa (rasa takut tanpa sebab).
“Bahkan bukan hanya itu, Melasti juga bakal melebur semua sifat pemarah buruk manusia sebelum melaksanakan berata penyepian, menghilangkan penyakit sosial,” jelasnya.
Melasti sendiri dapat dilaksanakan di sumber-sumber mata air, atau lautan, dengan makna mengambil sari-sari kehidupan.
Sementara itu, rencana Mecaru dilaksanakan 2 Maret 2022 sore hari, selepas melaksanakan Tawur Kesanga di Candi Prambanan.
Kemudian esok paginya, 3 maret 2022 mulai jam 06.00 pagi sampai jam 06.00 pagi keesokannya dilaksanakan Berata Penyepian.
“Setelah itu, pada 4 Maret 2022 umat Hindu melaksanakan Ngembakgeni di pure masing-masing, yang dilanjutkan dengan anjangsana ke para sesepuh,” pungkas Nunik Tri Warini Utami.***