Home NasionalNusantara Kasus Melandai, Cilacap Diingatkan Tetap Jangan Lengah

Kasus Melandai, Cilacap Diingatkan Tetap Jangan Lengah

oleh Ki Pujo Pandunung

 

Antrean vaksin di Cilacap. (Istimewa)

FAKTUALid – Kabupaten Cilacap yang sempat menghebohkan karena menjadi pemicu pemunculan Covid-19 varian Delta di Jateng, setelah kedatangan anak buah kapal (ABK) asal Filipina dan India yang melakukan bongkar muat gula rafinasi, kini kasusnya mulai melandai.

Kondisi itu menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang langsung mengecek penanganan Covid-19 di Kabupaten Cilacap, Kamis (22/7/2021). Sejumlah tempat pun dikunjungi, diantaranya vaksinasi massal di GOR Tenis Indor dr Soetomo dan RSUD Cilacap.

Di dua tempat ini, Ganjar mengecek bagaimana program vaksinasi dan kesiapan rumah sakit dalam penanganan pandemi. Orang nomor satu di Jateng ini terlihat senang, karena masyarakat cukup antusias divaksin dan rumah sakit juga sudah menyiapkan skenario darurat jika terjadi lonjakan.

“Kalau lihat datanya, tren kasusnya menurun. Tapi kita jangan sampai lengah. Mudah-mudahan tren penurunan itu menunjukkan indikasi yang bagus. Tapi saya minta rumah sakit tetap menyiapkan skenario terbutuk, nambah tempat tidur dan sebagainya,” katanya.

Ganjar meminta Pemkab Cilacap dan semua daerah di Jateng memastikan penurunan kasus dari semua indikator. Kalau indikator kasus menurun, testing dan tracingnya harus dipastikan berjalan. Jangan sampai kasus menurun karena tesnya menurun. Itu tidak boleh. Tesnya harus ditambah. Semakin banyak testing yang dilakukan, akan semakin bagus untuk mengetahui kondisi rakyat sehat apa tidak.

“Kalau testingnya sudah banyak dan ternyata kasusnya memang tidak bertambah, maka ini betul-betul ciri telah terjadi penurunan,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta agar Pemkab Cilacap mendorong warga yang positif Covid-19 untuk isolasi terpusat. Hal itu untuk memudahkan penanganan dan pemantauan pasien. Kalau di rumah, nanti bisa jadi klaster keluarga.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, kepada Gubernur mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skenario-skenario terburuk jika terjadi peningkatan kasus. Rumah sakit sudah diminta melakukan penambahan tempat tidur. Skenario-skenario itu sudah disiapkan.

Terkait kebutuhan oksigen, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Oksigen agar stok terjamin. Pihaknya juga baru saja menerima bantuan oxygen concentrator dari Pertamina.***

Tinggalkan Komentar