Home NasionalNusantara Kasus di Wonosobo Meningkat Akibat Kepatuhan Masyarakat Terhadap Prokes Rendah

Kasus di Wonosobo Meningkat Akibat Kepatuhan Masyarakat Terhadap Prokes Rendah

oleh Ki Pujo Pandunung
  •  

Optimalkan satgas Jogo Tonggo. (Istimewa)

FAKTUALid – Pemkab Wonosobo menerbitkan Instruksi Bupati Nomor: 1155 tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19, menindaklanjuti Instruksi Mendagri tentang PPKM Level 3 dan 4, serta memperketat semua kegiatan masyarakat.

Dalam Instruksi tersebut, beberapa pembatasan kegiatan masyarakat, seperti kegiatan belajar mengajar di sekolah dan pesantren dilaksanakan secara daring. Sekolah dan pondok pesantren tidak diperkenankan menyelenggarakan kegiatan tatap muka.

Sedangkan kegiatan non esensial dilaksanakan WFH 100 persen, kegiatan pasar tradisional dengan pengaturan tertentu dan dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat. Kegiatan ibadah dioptimalkan dilaksanakan di rumah. Warung makan dibatasi makan ditempat paling banyak 3 orang dan paling lama 20 menit dan beberapa pengaturan lainnya.

Untuk memastikan instruksi Bupati bisa dilaksanakan sampai tingkat masyarakat, maka Bupati bersama Forkompimda menggelar rapat yang diikuti Seluruh Camat, Kepala Desa dan Lurah se-Wonosobo secara virtual. Dalam rapat ditegaskan terkait pelaksanaan PPKM Level 4 dan optimalisasi Posko Penanganan Covid-19 tingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan,

Wakil Bupati, M Albar, mengakui di Wonosobo terjadi peningkatan kasus dan kematian akibat Covid-19 pada Juli 2021. Karena itu, perlu adanya penekanan kembali tugas Satgas Covid-19 dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai Desa dan Kelurahan, agar berjalan lebih optimal.

“Kita harus satukan langkah kembali. Bulatkan kembali langkah yang harus diambil, agar kasus Covid-19 dapat ditekan, bahkan kita harapkan kasus Covid 19 ini dapat segera musnah dari Wonosobo” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonosobo, Mohamad Riyatno, dalam paparannya menjelaskan beberapa hal, yaitu mengenai perkembangan kasus Covid-19 dan perkembangan vaksinasi di Wonosobo. Menurutnya, penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Wonosobo mengalami peningkatan tajam dibarengi dengan kasus kematian.

Kasus Covid-19 di bulan Juli 2021 selain meningkat tajam juga dibarengi kasus kematian yang mencapai 100 orang lebih, di mana hal ini belun pernah terjadi sebelumnya. “Total kasus meninggal di Wonosobo hingga Jumat (30/7/2021) secara kumulatif mencapai 572 orang,” ungkap Riyatno.

Beberapa masalah dan hambatan dalam penanganan kasus Covid-19 juga disampaikan Riyatno. Pihaknya melaporkan permasalahan yang dihadapi sangat banyak. “Seperti kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes), penolakan tracing dan testing bagi kontak erat, penderita dengan gejala ringan lebih memilih isolasi di rumah daripada di gedung karantina,” terangnya.

Pasien Covid-19, lanjutnya, juga terlambat datang berobat ke fasilitas kesehatan, ketersediaan obat dan oksigen yang sering terlambat, pengawasan isolasi mandiri belum konsisten, suplay vaksin masih kurang dan penolakan pemulasaraan jenazah dengan prokes.

Bupati Wonosobo Afif Nurhudayat, menyampaikan beberapa penekanan, yang pertama agar Satgas Kecamatan dan Desa/Kelurahan segera menindaklanjuti implementasi Instruksi Bupati No: 1155 tahun 2021, yang kedua optimalisasi anggaran yang ada di Desa dan Kelurahan.

“Dari pengamatan saya, desa telah menganggarkan sebanyak 8 persen dari APBDes nya. Namun masih ada yang belum merealisasikan anggaran tersebut, untuk itu camat agar memonitor,” sebutnya.***

Tinggalkan Komentar