Home NasionalNusantara Dinkes Kota Semarang Optimistis Covid-19 Melandai Mulai 10 Juli 2021

Dinkes Kota Semarang Optimistis Covid-19 Melandai Mulai 10 Juli 2021

oleh Ki Pujo Pandunung

 

Mobilitas warga Kota Semarang masih tinggi. (Istimewa)

FAKTUALid – Dinas Kesehatan Kota Semarang, meyakini mulai tanggal 10 Juli 2021 besok, kasus Covid-19 di Kota Semarang bakal melandai signifikan. Hal itu seiring penurunan mobilitas yang diharapkan bisa mencapai lebih 50%. Sedang dalam sepekan ini, diharapkan mobilitas warga sudah turun 30%.

Namun demikian harus diakui, meski sudah diterapkan pembatasan yang ketat pada masa PPKM Darurat, ternyata persentase pergerakan di masyarakat masih tinggi. Kabar ini tentu menjadi hasil yang tidak diinginkan.

Data persentase pergerakan tadi disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, Kamis (8/7/2021). Menurut Hakam, dalam 6 hari pelaksanaan PPKM Darurat, mobilitas warga yang berkegiatan masih tinggi, sementara warga yang menahan diri di rumah masih rendah.

Ia mengungkapkan, data itu berasal dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Luhut, menurutnya, menyampaikan data bahwa selama PPKM Darurat tingkat mobilitas di Jawa dan Bali tertinggi adalah Kota Semarang.

“Artinya jika kita bisa menurunkan mobilitas seseorang, pasti akan turun kasusnya. Karena kasus kita masih banyak, jadi belum signifikan kalau melihat penurunannya dalam 2- 3 hari ini,” katanya.

Tapi, Hakam optimistis mulai tanggal 10 Juli 2021 ke atas angka penurunan kasus Covid-19 di Kota Semarang bakal turun signifikan. Dia menargetkan penurunan mobilitas yang diharapkan bisa lebih dari 50% sementara pada sepekan ini harapannya bisa turun jadi 30%.

“Target kita bisa lebih dari 50%, tapi seperti disampaikan Menko Marinvest kemarin, hari ini bisa turun jadi 30%, karena mereka memantaunya pakai satelit langsung menghitungnya,” jelas Hakam.

Hingga hari ke-6 pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Semarang, Pemkot telah mengeluarkan kebijakan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di masyarakat. Mulai dari aturan WFH 100%, pembatasan kegiatan usaha hingga pukul 20.00 WIB, hingga penutupan ruas jalan di sejumlah titik.

Untuk kebijakan terbaru, setelah sebelumnya menutup 8 ruas jalan, kali ini Pemkot Semarang kembali menambah ruas jalan yang ditutup menjadi 17. Hal ini dilakukan untuk membatasi pergerakan warga selama PPKM Darurat.***

Tinggalkan Komentar