Home NasionalNusantara Beberapa Hari Mereda, Merapi Kembali Lontarkan Wedus Gembel

Beberapa Hari Mereda, Merapi Kembali Lontarkan Wedus Gembel

oleh Ki Pujo Pandunung

 

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Sempat mereda dan tidak bergolak selama beberapa hari, tiba-tiba Kamis (8/7/2021) pagi, Gunung Merapi kembali meluncurkan wedus gembel (awan panas). Lontaran wedus gembel teramati meluncur ke dua arah sekaligus, yakni tenggara dan barat daya.

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, awan panas pertama muncul pukul 05.12 WIB, 05.33 WIB, dan 05.46 WIB.

“Tercatat di seismogram dengan amplitudo maks 35 mm serta durasi maks 100 detik. Jarak luncur terjauh 1 km ke arah barat daya,” ungkap Hanik.

Wedus gembel kedua terpantau pukul 06.15 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 110 detik. Jarak luncur 1,2 km ke arah tenggara. Awan panas ketiga, berlangsung pukul 09.38 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 127 detik. Jarak luncur 1,5 km ke arah tenggara.

Selanjutnya, awan panas keempat terjadi pukul 09.55 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 95 detik. Jarak luncur 1,1 km ke arah tenggara. Awan panas yang mengarah ke tenggara berasal dari kubah lava yang berada di tengah kawah, yang berdasarkan pengamatan terakhir, volumenya diperkirakan mencapai 2,1 juta meter kubik.

Sedangkan kubah lava barat daya yang menyebabkan awan panas ke arah barat daya, dari pengamatan terakhir volumenya sebesar 1,6 juta meter kubik. Meningkatnya aktivitas guguran dapat mempengaruhi volume kubah lava.

Dalam masa yang sama, yakni pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, tidak teramati adanya guguran lava pijar. Pada aktivitas kegempaan, terjadi enam gempa awan panas guguran, 150 gempa guguran, enam gempa hembusan, 47 gempa fase banyak dan 17 gempa vulkanik dangkal.

Meskipun menunjukkan aktivitas tinggi, status Gunung di perbatasan Jateng-DIY ini masih waspada. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor tenggara dan barat daya sejauh maksimal 3 km, menuju sungai Woro dan sejauh 5 km menuju sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan sungai Putih.***

Tinggalkan Komentar