Home NasionalNusantara Bandara Ahmad Yani Turunkan Tarif PCR Menjadi Rp275 Ribu

Bandara Ahmad Yani Turunkan Tarif PCR Menjadi Rp275 Ribu

oleh Ki Pujo Pandunung

Foto: Ilustrasi

FAKTUAL-INDONESIA: Turunnya tarif tes PCR, yang menjadi syarat bepergian bagi calon penumpang pesawat telah melegakan banyak pihak, khususnya masyarakat pengguna jasa penerbangan.

Tingginya tarif PCR, sempat dikeluhkan banyak pihak. Bahkan perusahaan penerbangan Citilink sempat menghentikan operasional pesawat dari dan ke Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) Purbalingga, karena terkendala tingginya tarif PCR

Keluhan itu, kemudian direspon Kementerian Kesehatan yang mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/3843/2021 terkait Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan pemberlakuan tarif Rp275.000 untuk Pulau Jawa dan Bali serta  Rp300.000 untuk luar Pulau Jawa dan Bali.

Dengan terbitnya SE Kementerian Kesehatan tersebut, kini Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang,  telah pula ikut  menyesuaikan taruf PCR-nya.

Bandara Internasional Ahmad Yani langsung melakukan penyesuaian tarif tes PCR yang semula Rp495.000 menjadi Rp275.000, dengan jam operasional pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Hasil pemeriksaan bisa keluar 1×24 jam.

“Untuk layanan pemeriksaan tes RT-PCR Covid-19, berlokasi di Gedung Parkir Lantai 1A (Klinik Mugi Sehat) dan 1B (Klinik Angkasa Medika),” ungkap GM Bandara Internasional Ahmad Yani, Hardi Ariyanto, dalam siaran pers, Sabtu (30/10/2021).

Disamping itu, sesuai SE yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang berlaku sejak tanggal 28 Oktober 2021, salah satunya disebutkan  masa berlaku tes PCR yang semula hanya 2×24 jam kini menjadi 3×24 jam sebelum keberangkatan.

“Ini bisa memberi keringanan masyarakat yang akan menempuh perjalanan udara, mengingat beberapa Rumah Sakit dan Laboratorium serta Klinik masih belum dapat mengeluarkan hasil RT-PCR dengan cepat,” kata Hardi.

Selain persyaratan hasil negatif tes PCR, calon penumpang juga wajib menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.

Sementara, aturan perjalanan untuk anak dibawah 12 tahun wajib didampingi orang tua, dengan memperlihatkan kartu keluarga dan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya juga diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.***

Tinggalkan Komentar