Home NasionalNusantara Undang Kerumunan, Gerai McD di Bandung Dilarang Promosi

Undang Kerumunan, Gerai McD di Bandung Dilarang Promosi

oleh Marpi
Gerai McDonald's di Bandung yang terpaksa ditutup karena mengundang kerumunan. (Ist).

Gerai McDonald’s di Bandung yang terpaksa ditutup karena mengundang kerumunan. (Ist).

FAKTUALid – Gerai McDonaled’s (McD) di Kota Bandung dilarang melakukan promosi di tengah pandemi Covid-19, karena dapat mengundang kerumunan. Beberapa hari lalu gerai McD di Bandung terpaksa ditutup lantaran melanggar protokol kesehatan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung mengeluarkan kebijakan tersebut untuk mencegah banyaknya massa yang berkumpul andre makanan cepat saji itu. Larangan yang dikeluarkan di antaranya membuat promosi produk yang menyebabkan kerumunan pemesan atau konsumen.

Kasie Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kota Bandung Mujahid Syuhada mengatakan, produk yang dilarang itu bukan dikhususkan untuk BTS Meals, namun juga kepada produk lainnya yang berpotensi menyebabkan kerumunan di masa pandemi Covid-19.

“Kalau BTS Meals dilarang kan belum tentu, bisa jadi promosi yang lain menimbulkan kerumunan,” kata Mujahid di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021).

Menurutnya, kini para gerai McD yang ada di Kota Bandung pun telah sepakat untuk tidak menjual kembali BTS Meals yang akhir-akhir ini ramai dipesan. Adapun produk makanan cepat saji BTS Meals itu merupakan kerjasama antara McD dengan grup boy band asal Korea Selatan yakni BTS.

Sejauh ini, menurutnya, tiga gerai McD di Kota Bandung disegel sementara karena menimbulkan kerumunan yang sempat tak terkendali. Tiga gerai McD itu yakni di Buahbatu, Cibiru, dan Kopo.

Selain menimbulkan kerumunan, menurut Mujahid tiga gerai tersebut memiliki stok produk BTS Meals yang cukup banyak.

“Yang tiga itu Cibiru, Buahbatu, sama Kopo Mas. Karena memang stok paketnya terbanyak di tiga titik itu, jadi itu yang kita segel, sisanya hanya dibubarkan,” katanya seperti dilansir antaranews.com. ***

 

You may also like

Tinggalkan Komentar