Connect with us

Nusantara

Pengungsi Gempa Pasaman Barat Mulai Terserang Penyakit

Avatar

Diterbitkan

pada

Tenaga medis di tempat pengungsian korbar gempa Pasaman Barat sedang memperi pelayanan kesehatan. (Ist).

Tenaga medis di tempat pengungsian korbar gempa Pasaman Barat sedang memperi pelayanan kesehatan. (Ist).

FAKTUAL-INDONESIA: Para korban gempa Pasaman Barat yang berada di tempat pengungsian mulai terserang penyakit. Dilaporkan ratusan warga yang mengungsi di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat mulai diserang penyakit sejak Sabtu (26/2/2022) hingga kini.

Data tiga posko pelayanan kesehatan di halaman kantor bupati mencatat jumlah pengungsi yang mengeluhkan sakit sebanyak 501 orang.
Dengan rincian 180 orang di posko pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Pasaman Barat, 150 orang di posko tim medis Semen Padang, 171 orang di posko kesehatan Biddokkes Polda Sumbar.

“Layanan yang kami berikan berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat terhadap penyakit yang dikeluhkan,” kata dokter di Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Pasaman Barat Dian Leonita, di Simpang Empat, Minggu.

Ia mengatakan ada berbagai keluhan yang disampaikan oleh pengungsi seperti demam, batuk, pilek, penyakit kulit, hingga hipertensi.
Sementara di pos pelayanan kesehatan Biddokes Polda Sumbar jumlah pengungsi yang berobat sebanyak 171 orang.

Kasubid Dokpol Biddokkes Polda Sumbar dr Eka Purnama Sari mengatakan, keluhan pengungsi adalah diare, batuk, flu, demam, gatal-gatal, dan lainnya.

Advertisement

“Warga yang mengeluhkan sakit langsung diperiksa oleh tim medis yang ada di pos kesehatan, kemudian diberikan obat,” jelasnya.

Di posko pelayanan kesehatan Semen Padang hingga Sabtu malam tercatat ada 171 pengungsi yang mengeluhkan sakit. Rata-rata penyakit yang dikeluhkan oleh pengungsi adalah demam, flu, dan batuk dengan rentang usia pasien 30-50 tahun.

Salah seorang pengungsi yang berasal dari Timbo Abu, Kecamatan Talamau Sabariah (62) mengeluhkan sakit kepala ketika berada di tenda pengungsian.

Ia yang telah mengungsi sejak Jumat (25/2/2022) itu kemudian dipapah oleh anaknya Hendra (25) ke tenda medis milik Semen Padang.

Pengungsi lainnya yang berasal dari Mudiak Simpang Damri (60) tiba-tiba jatuh pada Sabtu malam karena sakit kepala, lalu diantar sang isteri ke pos kesehatan.

Advertisement

Sebagaimana dilansir antaranews, tenaga medis menengarai faktor ketersediaan air minum serta pola makan yang tidak teratur menjadi penyebab sakitnya pengungsi. ***

 

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca