Connect with us

Nusantara

Siswa Taruna Nusantara Berdebat Soal Kepemimpinan dengan Gubernur Jateng

Avatar

Diterbitkan

pada

 

Ganjar dikenal sangat dekat dengan kawula muda berbagai etnis. (Istimewa)

 

FAKTUAL-INDONESIA: Puluhan siswa Taruna Nusantara bergantian mencecar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan beragam pertanyaan. Dengan berbusana adat Aceh, Ganjar tampak santai menjawab satu per satu pertanyaan.

Momen tersebut terjadi saat puluhan siswa-siswi Taruna Nusantara (Tarnus) menemui Ganjar dalam rangka wawancara terkait Kepemimpinan, di Rumah Dinas Gubernur, Puri Gedeh, Kamis (28/10/2021).

“Siap izin bertanya bapak, apakah pernah bercita-cita sebagai Gubernur?,” ujar salah satu siswi Tarnus.

Advertisement

“Nggak. Karena amanah bapak saya itu jabatan nggak boleh dikejar. Jadi nggak bercita-cita jadi gubernur, cita-cita saya jadi pilot dulu waktu kecil,” ujar Ganjar.

Ia lantas bercerita bagaimana perjalanan dirinya menjadi seorang Gubernur. Para siswa-siswi Tarnus tadi mendengarkan dengan seksama, penjelasan orang nomor satu di Jawa Tengah.

“Bapak kan kepala pemerintahan di Jateng, bapak bisa menjelaskan kepada kami syarat menjadi pemimpin yang baik?” tanya siswi lainnya.

Amanah, punya integritas dan mau mendengarkan. Menurut Ganjar, mendengarkan menjadi satu syarat yang paling sulit. Karena tidak mudah membuat orang sepakat dengan keputusan yang diambil, maka pemimpin harus bisa luwes.

“Cara mendengarkan saya tidak cukup datang menemui masyarakat, tapi juga pakai IG, Twitter. Kadang-kadang pakai YouTube. Kalau sudah bisa menjaga integritas, amanah, mau mendengarkan, insyaallah dalam leadershipnya pasti bisa. Selebihnya komunikasi, gayanya macam-macam kamu sukanya yang mana,” ujar Ganjar.

Advertisement

Pertanyaan terkait kepemimpinan, satu persatu dilontarkan bergantian oleh siswa siswi Tarnus tersebut. Ganjar membuat suasana ger-geran saat menjawab pertanyaan tentang pengalaman tak terlupakan selama menjadi gubernur.

“Nggak ada dukanya, semua suka. Kalau kita sudah berpikir duka, maka kita akan bicara penyesalan. Nggak ada jabatan seperti gubernur yang nangani 35juta penduduk Jateng terus bisa sendiri tidak ada, maka duka pun dibikin suka. Dimaki-maki itu, bully-mu energiku,” tegas Ganjar.

Dari puluhan siswa-siswi Tarnus yang hadir, hampir seluruh pertanyaan diladeni Ganjar. Dalam kesempatan itu, ia berpesan tiga hal yakni hormati orang tua, hormati guru, cintai bangsa dan negara.

“Kalau kamu punya ilmu pengetahuan, punya cita-cita ya sudah kamu sudah siap. Kalau tiga hal itu kamu selesai, insyaallah cita-citamu akan terwujud. Mudah-mudahan kalian bisa belajar dengan baik,” tandas Ganjar.

Siswa-siswi Tarnus pun terkesan dengan jawaban Ganjar. Alifa misalnya, siswi kelas X asal Semarang mengatakan sangat terinspirasi dengan sosok Ganjar Pranowo. Menurutnya, Ganjar adalah sosok pemimpin yang tahan banting.

Advertisement

“Bapak gubernur itu sangat tahan banting sekali terhadap kritikan yang diberikan, menurut saya itu dapat memberikan banyak pelajaran dan ilmu baru bagi saya,” ujarnya.

Senada disampaikan Adhe, siswa Tarnus kelas X asal Purworejo. Ia menyebut Ganjar sebagai tokoh politik yang sangat dekat dengan masyarakat. Buktinya adalah kemudahan masyarakat berkomunikasi dengannya.

“Masyarakat sangat mudah sekali berkomunikasi dengan pak Ganjar melalui berbagai media sosialnya. Harapan kami adalah kami dapat terinspirasi dari kebijakan pak Ganjar supaya kami bisa membentuk diri menjadi lebih bagus lagi,” ujarnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *