Connect with us

Nusantara

Kasus Covid-19 Rendah, Meski Angka Wisatawan ke Jogja Tinggi

Avatar

Diterbitkan

pada

Malioboro mulai ramai pengunjung. (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pemkot Jogja memastikan, persebaran kasus Covid-19 di wilayahnya terjaga tetap rendah, meski arus wisatawan cukup tinggi selama beberapa pekan terakhir.

Dalam sepekan ini, penambahan kasus Covid-19 sejak 5 hingga 11 November 2021, secara berturut-turut angka harian fluktuatif mulai 0, 2, 1, 1, 0, 5 dan 2 kasus saja.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, menuturkan, jumlah pasien di rumah sakit dan selter sekitar 40 orang per 11 November 2021. “Angka ini sama dengan bulan Juni tahun 2020, sebelum ada kenaikan pada Agustus,” kata Heroe, Jumat (12/11/2021).

Ia mengakui, dalam beberapa pekan terakhir banyak sekali wisatawan yang masuk ke Jogja. Namun karena upaya dan kesadaran semua pihak, maka kasus Covid-19 di Jogja justru cenderung menurun.

Salah satu kebijakan yang dianggap berpengaruh, adalah one gate system. Yaitu semua bus pariwisata harus melewati Terminal Giwangan untuk pemeriksaan bukti vaksin, Dengan demikian wisatawan yang masuk Jogja sudah tersaring.

Advertisement

Heroe menambahkan, jumlah pelanggar bus wisata yang masuk Jogja tanpa pemeriksaan maupun bus yang penumpangnya tidak membawa surat kelengkapan saat ini sudah semakin  sedikit.

“Apabila semua dijalankan sungguh-sungguh, masyarakat menerapkan prokea, saya pikir ekonomi bakal menggeliat, dan semua kegiatan sosial bisa dilakukan lebih baik lagi,” papar Heroe.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif, menambahkan dalam dua pekan terakhir, tercatat ada 983 bus wisata masuk Jogja. Namun sebanyak 28 bus tidak lolos pemeriksaan di Terminal Giwangan.

Meski telah banyak yang mematuhi peraturan, Agus mengatakan tetap masih perlu penyesuaian dari para pelaku angkutan wisata.

Tapi secara umum, one gate system berjalan cukup baik. Bus sudah masuk terminal tanpa perlu diarahkan petugas. Komitmen ini perlu dijaga agar berdampak positif pada semua sektor.

Advertisement

‌”Saya pikir pelaku angkutan wisata pun tidak keberatan dengan sistem ini karena saat mereka melakukan skrining di Giwangan, mereka akan mendapat kepastian tempat parkir,” pungkasnya.***

Lanjutkan Membaca