Connect with us

Nusantara

Banjir Material Tutup Akses Dua Desa di Pacitan

Avatar

Diterbitkan

pada

Ilustrasi

FAKTUAL-INDONESIA: Akses jalan penghubung dua desa di Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan tertutup total, akibat material batu Bukit Parangan yang hanyut terbawa banjir. Petugas badan penanggulangan Bencana daetah (BPBD) setempat bersama kepolisian dan Koramil Arjosari sudah memasang tanda bahaya di sekitar lokasi.

Menurut Kepala BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, akses jalan penghubung dua desa itu tak bisa dilintasi sejak Senin (8/11/2021) pukul 19.00 WIB. “Jalan belum bisa dilalui kendaraan bermotor,’ ujarnya, Selasa (9/11/2021).

Didik menyebut material batu setebal 30 meter dan lebar 500 meter yang terbawa banjir itu, menutup jalan penghubung Desa Karangrejo dan Desa Karanggede. Jalan yang tertutup batu dan lumpur tersebut juga merupakan jalan menuju Waduk Tukul.

Padahal, sebelumnya wilayah Kecamatan Arjosari tidak diguyur hujan. Tapi banjir tiba-tiba datang dari atas Bukit Parangan Desa Karangrejo yang menghanyutkan material berupa lumpur dan batu.

Warga setempat menyebut banjir material itu diawali dengan suara gemuruh yahng cukup kencang. “Kami sudah hapal, kalau ada suara seperti itu pasti ada banjir yang menghanyutkan material tanah dan bebatuan,’ ujar warga setempat, Suwardi.

Advertisement

Imbasnya, jalan itu tertutup total dan tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat maupun roda dua. Sementara Senin malam proses evakuasi material longsoran tidak dapat dilakukan karena cuaca hujan dan gelapnya lokasi kejadian.

Meski banjir bandang lumpur dan material itu jauh dari pemukiman, pihaknya berharap warga yang berdekatan dengan bukit Parangan itu untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Pihaknya khawatir banjir bandang lumpur dan material itu akan melebar hingga ke pemukiman warga.***

Lanjutkan Membaca