Connect with us

Nusantara

KPP Madya Surakarta Kembali Sita Aset Penunggak Pajak

Avatar

Diterbitkan

pada

 

Juru Sita Pajak Negara KPP Madya Surakarta menyita aset penunggak pajak. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Surakarta, Jawa Tengah kembli melakukan penyitaan terhadap aset-aset milik penunggak pajak. Sebanyak tiga unit truk milik PT XYZ yang berlokasi di Klaten, Jawa Tengah, disita Juru Sita Pajak Negara (JSPN) KPP Madya Surakarta, pada Kamis (21/10/2021) lalu.

“Penyitaan aset wajib pajak ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh KPP Madya Surakarta. Sejak peresmian di bulan Mei 2021, KPP Madya Surakarta gencar melakukan tindakan penagihan aktif berupa penyitaan aset wajib pajak,”  jelas Kepala KPP Madya Surakarta, Guntur Wijaya Edi, Selasa (26/10/2021).

Selama kurun waktu dua bulan, KPP Madya Surakarta telah berhasil melakukan 19 kali tindakan penyitaan dengan total tunggakan pajak lebih dari Rp26 miliar.

Penyitaan aset wajib pajak ini bertujuan untuk mengamankan aset penunggak pajak sebagai jaminan pelunasan piutang negara sehingga aset-aset tersebut tidak hilang, dialihkan kepemilikannya,atau dipindahtangankan.

Advertisement

“KPP Madya Surakarta memberikan dukungan penuh kepada para JSPN untuk melakukan tindakan penagihan aktif sebagai salah satu upaya mengamankan pendapatan negara dari sektor pajak,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut Guntur mengatakan dalam mengamankan penerimaan negara, KPP Madya Surakarta lebih mengutamakan pendekatan persuasif agar para wajib pajak bisa memenuhi kewajibannya sesuai self assessment system.

Penyitaan merupakan salah satu tindakan penagihan aktif dan diharapkan dapat menumbuhkan rasa keadilan pada masyarakat serta meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak.

“Apabila dalam jangka waktu 14 hari Penanggung Pajak belum melunasi utang pajak beserta biaya penagihannya, maka terhadap aset-aset Wajib Pajak yang menjadi obyek sita tersebut akan dilakukan pelelangan,”katanya.

Pelelangan akan dilakukan bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Hasil pelelangan aset sitaan digunakan untuk membayar tunggakan pajak dan biaya penagihan.

Advertisement

“Kami  mengimbau kepada para penunggak pajak terutama dengan total nilai utang pajak di atas Rp100 juta agar segera melunasi utang pajaknya sebelum dilakukan hard collection,” pungkasnya.***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *