Connect with us

Nusantara

Polisi Ringkus Penganiaya Bocah SD Hingga Tewas

Avatar

Diterbitkan

pada

Tersangka Wahyu Buana Putra (45) saat digiring petugas. (Foto:Istimewa)

FAKTUALid  – Jajaran Polrestabes Surabaya berhasil meringkus pelaku penganiayaan sadis terhadap bocah SD yang menyebabkan korbannya meninggal dunia. Pelaku Wahyu Buana Putra (45) yang warga Cibiuk Garut itu mengaku menganiaya korban karena ingin menguasai ponsel pintar milik tetangga kosnya tersbeut.

Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, pelaku diamankan polisi di sekitar halaman Masjid Al Araaf, Perumahan Bukit Cirende, Tanggerang Selatan. “Pelaku tidak memiliki tempat tinggal. Biasanya beristirahat di warung, masjid, mushola, toko dan halte,” ujarnya, Jum’at (11/6/2021).

Kasus itu bermula saat korban JM yang masih duduk di bangku kelas 6 SD berinisial JM dianiaya tetangga kosnya di Jalan Kupang Krajan V-A Surabaya. Usai dianiaya, korban mengalami koma dan menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo hingga akhirnya meninggal dunia sepekan kemudian.

Selama ini korban tinggal bersama kakek dan ibunya di Jalan Kupang Krajan Gang 4, Surabaya yang tidak jauh dari tempat kos tersangka. Berdasarkan hasil visum, korban yang dihantam menggunakan paving itu mengalami luka retak di tengkorak kepala, mata kiri berdarah dan wajah bagian kiri juga bengkak.

Usai menganiaya dan menguasai ponsel korban, tersangka bersama dua anaknya itu langsung kabur. Kepada polisi, tersangka mengaku sedang bangkrut, tidak punya uang hingga akhirnya tergiur ponsel yang dibawa korban saat bermain di depan kamar kostnya.

Advertisement

Oleh tersangka, korban  disuruh masuk kamar kost. Tersangka yang sudah menyiapkan paving, langsung menghantam bagian kepala belakang korban hingga dua kali. “Saya berharap dia pingsan, tapi ternyata tidak. Lalu saya hantam lagi sampai pingsan,’ ujarnya.

Aksi sadisnya itu dilakukan di depan mata dua anak tersangka. Usai melumpuhkan korban, pelaku langsung membawa anaknya kabur. Selanjutnya pelaku  menjual ponsel korban sebesar Rp500 ribu, dan kabur ke Jawa Barat.

Kasus itu terungkap ketika kakek korban berusaha mencari keberadaan korban yang tak kunjung pulang. Selanjutnya ada warga yang mencurigai penghuni kost yang kabur tergesa-gesa.

Bersama warga, kakek korban mencoba masuk kamar kost yang sudah tak berpenghuni itu. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah terutama di bagian kepala, dan selanjutnya melaporkan temuan itu ke polisi.

Polisi yang menangani kasus ini mendapat informasi warga bahwa korban memiliki keluarga di Tangerang Selatan. Saat jejaknya terlacak, pelaku yang hendak diringkus mencoba kabur hingga akhirnya ditembak di bagian kaki.

Advertisement

Oleh polisi, tersangka akan dijerat pasal berlapis tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun penjara. Sementara kedua anak pelaku kini ikut dengan ibu kandungnya atau mantan istri tersangka.(Akbar Surya)***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *