Connect with us

Nusantara

Pemprov Jatim Khawatirkan Penyebaran Varian Baru Lewat Penerbangan Domestik

Avatar

Diterbitkan

pada

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid –  Pemprov Jatim memastikan pengawasan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) lewat Bandara Internasional Juanda sudah sangat ketat. Tapi mereka mengkhawatirkan penyebaran varian baru melalui para PMI yang mudik ke Jawa Timur menggunakan jalur penerbangan domestik.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, para PMI yang pulang menggunakan penerbangan internasional dari Juanda sudah langsung menjalani swab PCR dan karantina. “Insya semua akan dapat karantina di Asrama Haji, dan cukup aman. Setelah negatif swab baru mereka bisa pulang,” ujarnya, Senin (14/6/2021).

Tapi masalahnya, ada pekerja migran yang pulang ke Jatim lewat laut atau lewat domestic fligth. PMI yang dari Malaysia itu misalnya, dari Johor lalu ke Batam, baru terbang ke Surabaya. Padahal yang domestic fligth ini tidak dalam penanganan tim satgas pemulangan PMI.

Potensi untuk menularkan virus dari luar negeri ke Jatim sangat besar, karena selama ini  penerbangan domestik tidak mendapatkan penanganan pemeriksaan swab dan karantina.  Masalah inilah yang sedang berusaha dia koordinasikan dengan BNPBagar kanal-kanal yang menjadi celah yang menjadi sumber penularan covid-19 bisa diperhatikan.

Gubernur mengingatkan bahwa saat ini di wilayahnya sudah ditemukan 3 kasus Covid-19 varian baru,  yakni varian India B1617.2 atau delta. Virus varian baru ini sama seperti yang ditemukan di Kudus.

Advertisement

Temuan virus varian India ini, berdasarkan hasil sequencing di Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair). Tiga kasus Corona asal India tersebut berasal dari 24 Genome Sequencing yang dikirimkan oleh Tim Penanganan Covid-19 Jatim.

Saat ini, Tim penanganan Covid-19 Jatim sedang menunggu hasil Genome Sequencing berikutnya. Pihaknya juga sudah meminta dilakukan penelusuran, dari mana virus varian baru itu menular.

Yang jelas, tiga kasus varian baru pada tiga orang pria itu ditemukan dari penyekatan Suramadu. Temuan itu bukan terjadi pada PMI, sehingga pihaknya meyakini sudah ada transmisi lokal pada varian baru tersebut.

Ketiga orang yang terpapar varian baru itu masing-masing berstatus warga Bangkalan 2 orang dan satu lainnya merupakan warga Bojonegoro. Saat ini, 2 pasien asal Bangkalan itu dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) dan satu pasien asal Bojonegoro dirawat di Bojonegoro.(Akbar Surya)***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *