Connect with us

Nusantara

Minat Warga Jatim Untuk Transmigrasi Masih Besar

Avatar

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Minat masyarakat Jawa Timur untuk bertransmigrasi ternyata masih cukup besar. Pemprov Jatim berharap pemerintah pusat bisa menambah alokasi penempatan transmigran asal Jawa Timur bila minat itu masih terus bertambah.

Menurut Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Jatim, Achmad Zaifoer, saat ini jumlah pendaftar calon transmigran mencapai 558 KK. “Kalau animo masyarakat besar,  kami berharap pada 2022 dapat ditambah alokasinya,” ujarnya, Rabu (16/6/2021).

Dalam penyelenggaraan program transmigrasi 2019, provinsi ini mendapatkan alokasi penempatan transmigrasi sebanyak 160 KK. Mereka disebar di  6 kabupaten di 5 provinsi yang ada di Indonesia. 

Pada 2020, Provinsi Jatim mendapatkan alokasi perpindahan dan penempatan transmigrasi sebanyak 165 KK. Tapi pelaksanaannya ditunda karena ada wabah pandemi virus covid-19.  

Berdasarkan keputusan Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) nomor 27 tahun 2021, Provinsi Jatim tahun ini mendapatkan alokasi 109 KK. Mereka akan ditempatkan di 6 provinsi seperti Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Advertisement

Sementara Kadis Nakertrans Jatim,  Himawan Estu Bagijo memastikan Pemprov Jatim memberikan perhatian besar terhadap penyelenggaraan program ketransmigrasian. Program ini masih diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Himawan dalam  Rapat  Kerja Sama Antar Daerah (KSAD) di Surabaya, kerjasama bertujuan memfasilitasi terwujudnya kesepakatan dan perjanjian kerja sama antar daerah antara pemerintah provinsi/kabupaten daerah asal dengan pemerintah provinsi/kabupaten daerah tujuan transmigrasi. Sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya dalam memenuhi hak dan kewajibannya masing–masing sebagaimana yang diperjanjikan.

Kerjasama antar daerah diharapkan bisa berjalan lancar sehingga masing–masing pemerintah daerah tujuan maupun daerah asal/pengirim transmigran, bisa memahami secara jelas dan benar tentang hak dan kewajibanya.

Perjanjian kerjasama ini dipakai sebagai dasar pelaksanaan perpindahan dan penempatan transmigrasi, dan jangka waktunya terbatas. Pihaknya berharap agar direncanakan secara matang, sehingga permasalahan–permasalahan yang pernah dialami transmigran asal Jawa Timur tidak terulang kembali.(Akbar Surya)***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *