Home NasionalNusantara Warga Terdampak Pembangunan Elevated Railway di Solo Mulai Mendapat Ganti Rugi

Warga Terdampak Pembangunan Elevated Railway di Solo Mulai Mendapat Ganti Rugi

oleh Uti Farinzi

 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming memberikan santuan kepada warga yang terdampak pembangunan elevated railway. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Warga yang terdampak proyek pembangunan elevated railway di Kota Solo, mulai mendapatkan santunan dampak sosial, Selasa (16/11/2021). Santuan dampak sosial penyedian tanah pembangunan elevated relaway jalur ganda Solo-Semarang fase 1 (Solobalapan-Kadipiro) tersebut  akan dibagikan kepada 500-an Kepala Keluarga (KK) terdampak hingga satu minggu ke depan.

Hari ini sebanyak 72 warga Kelurahan Joglo, Banjarsari, Solo menerima santunan yang secara simbolis diberikan Wali Kolo Solo Gibran Rakabuming Raka, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, serta Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya di Pendopo Kelurahan Joglo.

“Anggaran sebesar Rp32 miliar untuk sekitar 500 kepala keluarga. Ini untuk penertiban dulu karena ini kan tanah milik PT KAI, kalau untuk pembebasan lahan dilakukan tahun depan,” jelas Putu Sumarjaya.

Besaran santunan yang diberikan tidak sama karena berdasarkan beberaoa komponen yang ditentukan Tim Terpadu. Sejumlah komponen tersebut diantaranya nilai bangunan, dan pohon yang tumbuh di tanah.

“Kalau tidak salah diberikan santunan untuk sewa dulu selama enam bulan,” katanya.

Lebih lanjut Putu mengatakan untuk elevated railway sepanjang 1,3 kilometer untuk yang doubkle track. Tetapi untuk tahap awal akan dbangun untuk yang single track.

“Dibangun dulu untuk single track sehingga yang dibawah bisa naik keatas dulu untuk dioperasikan nanti kita bangun yang double track. Ini kan bentangnya cukup panjang dan menggunakan baja, dan desainnya cukup ikonik jadi cukup lama jadi kami sudah siapkan gambaran untuk mengatasi kemacetan,” jelasnya lagi.

Menurut Putu untuk pembangunan elevated railway tersebut akan selesai seluruhnya hingga tahun 2023 mendatang. Tetapi untuk single track akan selesai tahun 2022 mendatang. Pembangunan akan dimulai awal tahun depan.

“Dengan adanya elevated railway ini mampu mengurangi kemacetan 20 hingga 30 persen,” katanya lagi.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan hari ini ada 72 warga yang menerima santunan dampak sosial dan akan dilanjutkan hingga satu minggu mendatang.

“Semuanya Alhamdulillah lancar ,ini masih ada beberapa yang diverifikasi. Terima kasih sekali untuk warga khususnya warga yang kelurahan Joglo, ini luar biasa sekali kerjasamanya jadi proses eksekusi proyek ini bisa berjalan dengan lancar,” ujar Gibran pada kesempatan yang sama.

Gibran berharap dengan pembangunan elevated railway tersebut mampu mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Joglo.

“Sekali lagi ini sesuai komitmen saya dan Pak Wakil Wali Kota yang namanya Solo bagian utara ini bisa lebih maju lagi. Kalau kita ingin memajukan Solo bagian utara ya yang jelas trafficnya kita majukan dulu biar tidak macet. Biar mobilitas mobil angkutan ini lancar,” paparnya.

Ada empat kelurahan di Kecamatan Banjarsari yang terkena dampak pembangunan elevated railway tersebut. Yakni kelurahan Joglo, Nusukan, Gilingan dan Banjarsari.

Salah satu warga Sri Wahyuni mengaku mendapatkan santunan sebesar Rp23.150.000. Santunan tersebut untuk ganti rugi dari warungnya yang terkena dampak proyek.

“Sebelumnya sudah disosialiasikan. Uang ini akan saya gunakan untuk mencari tempat baru untuk warung makan. Karena sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup ya dari warung makan ini,” ujar ibu dari tujuh anak itu.

Dirinya mengaku masih bingung untuk mencari lokasi baru untuk usaha warung makan. Sri Wahyuni berharap bisa mendapatkan lokasi baru yang tidak jauh dari rumahnya. ***