Home NasionalNusantara Wali Kota Solo Keluarkan SE Baru, Ada Sejumlah Pelonggaran

Wali Kota Solo Keluarkan SE Baru, Ada Sejumlah Pelonggaran

oleh Uti Farinzi
 

Pasar Klewer Solo, mulai besok sudah bisa beroperasi kembali setelah ditutup selama PPKM Level 4. (Foto : Istimewa)

 
 
FAKTUALid – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengeluarkan Surat Edaran (SE) baru tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Senin (26/7/2021).
 
Menyusul kebijakan memperpanjang PPKM Level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus mendatang. Dalam aturan PPKM Level 4 yang baru tersebut, ada sejumlah pelonggaran.
 
“Perubahan sesuai Inmen (instruksi menteri) sesuai dengan  perintah pusat. Termasuk pelonggaran-pelonggaran ada banyak, pokoknya sesuai Inmen tidak saya rubah. Pasar tradisional non esensial boleh buka mulai besok,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka kepada wartawn seusai rapat koordinasi penananganan Covid-19 di Balai Kota Solo.
 
Dalam SE Nomor 067/2284 tersebut, terdapat sejumlah pelonggaran aturan. Diantaranya, warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya serta restoran / rumah makan dan kafe dengan lokasi tersendiri diizinkan makan di tempat dengan maksimal pengunjung 25 persen dari kapasitas kursi dan jaga jarak antar orang paling sedikit dua meter atau maksimal tiga tikar serta durasi makan setiap pengunjung maksimal 20 menit.
 
Selain itu, untuk pasar non kebutuhan sehari-hari sudah boleh beroperasi tetapi proses jual beli barang pasar hanya sampai pukul 15.00 WIB. Dengan kapasitas pengunjung 50 persen.
 
Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara, kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online dengan maksimal tiga orang setiap toko, restoran, supermarket /swalayan, dan toko obat sampai dengan pukul 20.00 WIB.
 
Supermarket, pasar swalayan, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershopl/pangkas rambut, laundry, wedangan asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan lain -lain yang sejenis diizinkan buka sampai dengan jam 20.00 WIB. Dengan maksinal pengunjung 50 persen dari kapasitaa normal dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
 
Tetapi, untuk restoran / rumah makan dan kafe yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/ mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine — in).
 
Sedangkan aturan lainnya masih tetap sama seperti SE sebelumnya. Seperti penutupan sementara fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum, tempat hiburan serta area pubik lainnya.
 
Kegiatan pernikahan juga hanya diperbolehkan untuk acara akad nikah / pemberkatan yang dihadiri maksimal 10 orang termasuk pengantin dengan membawa hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama lx 24 jam setiap individu dengan jaga jarak antar orang paling sedikit dua meter dan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Acara akad nikah/pemberkatan dilaksanakan di KUA / Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dengan durasi waktu akad nikah/pemberkatan maksimal dua jam.
 
“Ketika ada kelonggaran SE, Prokes itu tetap dijaga. Ada kelonggaran bukan berarti euforia, angka Covidnya masih tinggi,” pungkas Gibran. (Uti Farinzi) ***

Tinggalkan Komentar