Nusantara
Usai Jalani 10 Hari Isoman, Ternyata Gibran Masih Positif Covid-19

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka bersama Presiden Jokowi saat melayat Pakde Miyono. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Usai menjalani isolasi mandiri (isoman) selama 10 hari, ternyata Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka belum menampakkan diri di Balai Kota Solo, Senin (14/3/2022). Ternyata, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu masih positif terpapar Covid-19.
“Hari ke-10 masih positif, biarpun secara fisik no problem, sudah tidak ada masalah,” jelas Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, di Balai Kota Solo.
Menurut Teguh, saat ini Gibran masih menjalani isoman di Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo. Isoman akan ditambah lima hari mendatang dan akan dilakukan tes PCR kembali.
“Ya mohon maaf saya salah menyampaikan karena memang kesehatannya saya tahu sendiri ya tidak ada gejala apapun. Hanya saja memang CT (cycle threshold) nya masih rendah, jadi itu yang mempengaruhi hasil,” jelasnya lagi.
Untuk penanganan kesehatan Wali Kota Solo, Teguh mengatakan juga dilakukan dari tim kepresidenan. Teguh menegaskan saat ini Gibran tidak mengalami gejala batuk atau pilek.
“Kalau secara fisik no problem sudah tidak batuk-batuk, tidak pilek. Karena Kamis itu kan pada saat saya menyanpaikan negatif ternyata masih positif, nanti Senin beliau sudah masuk. Ajudan telepon saya ternyata masih positif,” paparnya.
Terkait agenda wali kota seminggu mendatang, Teguh mengatakan jika ada disposisi dari wali kota maka akan dilimpahkan kepadanya. Tetapi sampai saat ini dirinya belum mengetahui agenda wali kota termasuk apakah ada agenda dari menteri ke Kota Solo.
“Kalau ada disposisi ya saya datang kalau tidak ada disposisi ya saya gak datang gitu lo,” katanya.
Untuk agenda G20, Teguh mengatakan sejumlah kegiatan telah didelegasikan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sedangkan untuk agenda yang mengharuskan kehadiran Gibran dan tidak bisa diwakilkan, Teguh menyebut salah satunya adalah agenda refleksi satu tahun pemerintahan Gibran-Teguh.
“Kan refleksi satu tahun pemerintahan kota kan wali kota jadi memang harus datang. Tapi tidak harus di bulan Maret, dilakukan di bulan April kan gak masalah,” ujarnya.
Yang penting tahun 2021 harus ada pelaporan kepada masyarakat. Tidak hanya dilaksanakan pada bulan Maret ini, hal ini juga tergantung kondisi, tugas-tugas sebagai kepala pemerintahan. ***