Home NasionalNusantara Untuk Mudahkan Pemeriksaan, Panitia dan Peserta Diklatsar Menwa Ditempatkan di Asrama UNS

Untuk Mudahkan Pemeriksaan, Panitia dan Peserta Diklatsar Menwa Ditempatkan di Asrama UNS

oleh Uti Farinzi

 

Tim Evaluasi Menwa UNS memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan atas kasus meninggalnya Gilang Endi saat Diklatsar Menwa. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tetap memberikan hak-hak sebagai mahasiswa untuk panitia dan peserta Diklatsar Pra Gladi Patria ke-36 Menwa UNS. Meskipun saat ini panitia dan peserta Diklatsar tersebut masih terus menjalani proses penyidikan dari kepolisian, tetapi mereka masih tetap bisa kuliah seperti biasa.

Saat ini sebanyak 17 orang yang menjadi panitia Diklatsar dan 11 peserta ditempatkan di Asrama Mahasiswa UNS. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pihak kepolisian saat melakukan pemeriksan kepada mereka terkait kasus meninggalnya mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputro (21) saat mengikuti Diklatsar Menwa.

“Sampai saat ini masih di asrama, sampai semua selesai. Mereka ditempatkan disana sejak kejadian tersebut sampai selesai,” jelas Ketua Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS, Sunny Ummul Firdaus, d Kampus UNS Solo,  Sabtu (30/10/2021).

Menurut Sunny, mereka masih bisa mengikuti kuliah secara daring. Pihak kampus berupaya melakukan tindakan agar hak-hak mereka sebagai mahasiswa terlindungi.

“Karena kita mengedepankan asas praduga tak bersalah. Meskipun di asrama, orangtua bisa menengok mereka kapan saja,” katanya.

Sementara itu, tim evaluasi yang dibentuk Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho, Senin (25/10/2021) atau sehari setelah peristiwa meninggalnya Gilang Endi Saputra (21) saat mengikuti Diklatsar Menwa tersebut sampai saat ini masih bekerja untuk mengumpulkan data dan fakta di lapangan.

“Kita masih mengumpulkan data dan fakta selanjutnya kita analisa berdasar regulasi pusat dan tingkat universitas sampai regulasi tingkat  organisasi kemahasiswaan. Analisa data dan fakta dilakukan secara proporsional tetapi bukan dalam kapasitas mencampuri penyidikan yang dilakukan kepolisian,” jelasnya lagi.

Disinggung apakah Ormawa Menwa UNS akan dibubarkan, Sunny mengetakan kebijakan tersebut masih menunggu hasil dari kegiatan koordinasi dari tim evaluasi.

“Hasil dari kegiatan koordinasi dari tim evaluasi akan kita analisa dulu. Semua kemungkinan termasuk pembubaran bisa saja dilakukan,” katanya.

Sunny mengatkan karena hal tersebut menyangkut persoalan kelembagaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maka data dan fakta dilapangan akan menjadi pertimbangan.

“Data dari kepolisian dan dari kita  sendiri kita gali data nanti dianalisis untuk memberikan rekomendasi kepada  pimpinan universitas,” katanya lagi.

Kesimpulan akhir dari hasil analisa yang dilakukan tim evaluasi ditargetkan selesai dalam dua minggu mendatang. ***

Tinggalkan Komentar