Home NasionalNusantara Tindak Tegas Penunggak Pajak, KPP Madya Surakarta Lakukan Penyitaan Aset

Tindak Tegas Penunggak Pajak, KPP Madya Surakarta Lakukan Penyitaan Aset

oleh Uti Farinzi

 

KPP Madya Surakarta sita aset penunggak pajak di Solo. (Foto:Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Tindakan tegas kepada penunggak pajak kembali dilakukan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II. Melalui Juru Sita Pajak Negara (JSPN), Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Surakarta melakukan penyitaan terhadap aset milik penunggak pajak.

Aset yang disita  KPP Madya Surakarta berupa satu buah kendaraan bermotor roda empat milik PT. XX yang berkedudukan di Surakarta. Total nilai aset yang disita adalah Rp110 juta dari total tunggakan pajak senilai Rp 3 miliar.

“Atas tunggakan tersebut KPP Madya Surakarta melakukan tindakan  penagihan aktif karena wajib pajak tidak melakukan pelunasan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan,” jelas Kepala KPP Madya Surakarta Guntur Wijaya Edi, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Guntur, KPP Madya Surakarta sebelumnya juga telah memberikan edukasi kepada wajib pajak agar melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya sesuai dengan aturan perundangundangan yang berlaku.

“Tetapi hingga batas waktu yang ditentukan, wajib pajak tidak bisa menyelesaikan kewajibannya sehingga Kamis (18/11/2021) kemarin dilakukan penyitaan aset,” jelasnya lagi.

Penyitaan aset wajib pajak ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh KPP  Madya Surakarta. Sejak peresmian di bulan Mei 2021, KPP Madya Surakarta gencar melakukan tindakan penagihan aktif berupa penyitaan aset wajib pajak.

Total dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, KPP Madya Surakarta telah berhasil melakukan 20 kali tindakan penyitaan dengan total tunggakan pajak lebih dari Rp26 miliar.

“Penyitaan aset wajib pajak ini bertujuan untuk mengamankan aset wajib pajak sebagai jaminan pelunasan piutang negara sehingga aset-aset tersebut tidak hilang, dialihkan kepemilikannya, atau dipindahtangankan,” paparnya.

Lebih lanjut Guntur mengatakan  KPP Madya Surakarta memberikan dukungan penuh kepada para JSPN untuk melakukan tindakan penagihan aktif sebagai salah satu upaya mengamankan pendapatan negara dari sektor pajak.

“Dalam mengamankan penerimaan negara, KPP Madya Surakarta lebih mengutamakan pendekatan persuasif agar para wajib pajak bisa memenuhi kewajibannya sesuai self assessment system,” ujarnya.

Penyitaan merupakan salah satu tindakan penagihan aktif dan diharapkan dapat menumbuhkan rasa keadilan pada masyarakat serta meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak.

Apabila dalam jangka waktu 14 hari Penanggung Pajak belum melunasi utang pajak beserta biaya penagihannya, maka terhadap aset-aset wajib pajak yang menjadi objek sita tersebut akan dilakukan pelelangan bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Hasil pelelangan aset sitaan digunakan untuk membayar tunggakan pajak dan biaya penagihan. Untuk itu kami  mengimbau kepada para penunggak pajak terutama dengan total nilai utang pajak di atas Rp100 juta agar segera melunasi utang pajaknya sebelum dilakukan hard collection,” pungkasnya. ***