Nusantara
Tata Koridor Gatsu, Gibran Yakin Akan Semakin Ramai

Desain penataan koridor Gatot Subroto Solo hingga Ngarsopuro. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Penataan koridor Jalan Gatot Subroto (Gatsu) hingga kawasan Ngarsopuro Solo, akan dilakukan mulai Januari 2022 mendatang. Kawasan tersebut akan dibuat lebih bagus dari kawasan Mailoboro di Yogyakarta. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yakin kawasan tersebut akan semakin ramai.
“Yo ra (tidak) mungkin sepi, wong kita percantik ya mesti tambah ramai. Tempatnya kita percantik, nanti kita promosikan besar-besaran ya pasti tambah ramai,” ujar Gibran sekaligus menanggapi adanya kekhawatiran sejumlah pedagang terkait penataan koridor Gatsu tersebut, Senin (20/12/2021).
Gibran menegaskan penataan koridor Gatsu hingga Ngarsopuro tersebut tidak akan merugikan pedagang. Karena nantinya kawasan itu akan menjadi destinasi wisata. Juga akan ditambah dengan pertunjukan-pertunjukan seni dan budaya.
“Mosok di situ mau gitu-gitu terus. Potensi di sana gede og. Mosok mau dibiarin jelek kayak gitu. Gak mungkin tambah sepi, tak jamin,” katanya.
Putra Presiden Joko Widodo tersebut mengakui jika konsep yang ditawarkan belum diterima oleh semua pedagang. Menurut Gibran, hal itu terjadi karena salah paham dan kurangnya sosialisasi.
“Ada surat dari pedagang sudah saya terima, banyak kesalahpahaman. Ini kan konsepnya kita ubah terus biar tambah ramai, kita percantik tempatnya biar tambah ramai,” jelasnya.
Menurut Gibran, penolakan dari sejumlah pedagang tersebut karena ada kekhawatiran dagangan mereka menjadi sepi. Selain itu juga terkait parkir pengunjung dan konsep night market.
“Tenang saja sudah saya pikirkan. Mereka kan belum ketemu saya, kalau bertemu nanti saya jelaskan konsepnya, nanti kami ajak ngobrol,” jelasnya lagi.
Nantinya, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Solo bisa menempati kawasan Ngarsopuro. Tetapi mereka harus lolos kurasi terlebih dahulu.
Penataan kawasan koridor Gatsu hingga Ngarsopuro tersebut akan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (Kemen PUPR).
Sementara itu menanggapi rencana penataan kawasan Gatsu, salah satu pemilik toko kain di Jalan Gatot Subroto, Ratna Nurhayati mengaku sampai saat ini dirinya belum mendapatkan sosialisasi terkait hal tersebut.
“Saya belum pernah diundang untuk penjelasan penataan. Saya belum tahu kalau mau ditata,” ungkapnya.
Tetapi, dirinya mengaku setuju jika akan dilakukan penataan asalkan tidak merugikan pemilik toko di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Pasalnya, sebelumnya juga pernah dilakukan penataan dengan meletakkan Pedagang Kali Lima (PKL) di depan toko-toko.
“Ya kami tentu keberatan karena mengganggu kami yang punya toko. Soalnya nutupi toko, tapi kalau nanti penataannya bagus ya okelah. Kalau seperti dulu ya kami keberatan, lagian juga gak efektif,” ucapnya.
Terkait penataan tersebut pihaknya hanya berharap kawasan tersebut menjadi semakin ramai. Selama ini dirinya juga mengeluhkan aturan parkir yang dibuat lurus karena calon pembeli akan kesulitan mendapatkan lokasi parkir. Akibatnya mereka tidak jadi berhenti untuk membeli di tokonya. ***