Home NasionalNusantara Surveilans Tahap Kedua di Solo Dimulai Pekan Depan

Surveilans Tahap Kedua di Solo Dimulai Pekan Depan

oleh Uti Farinzi

 

Surveilans tahap kedua akan dilakukan di sekolah-sekolah di Kota Solo. (Foto:Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Kota Solo akan akan kembali melakukan surveilans di sekolah-sekolah. Surveilans tahap kedua yang akan mulai dilakukan pekan depan tersebut menyasar 29 sekolah, dimana setiap sekolah akan diambil 33 siswa untuk mengambil sampel tes PCR secara acak.

“Suveilans sama seperti tahap pertama lalu, kita evaluasi hasil surveilans yang lalu. Evaluasinya untuk perbaikan protokol kesehatan (prokes),” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, Rabu (17/11/2021).

Karena dari hasil surveilans tahap pertama lalu, diketahui ada siswa dan guru di sembilan sekolah yang positif Covid-19.

Untuk pelaksanaan surveilans tahap kedua tersebut, pihaknya meminta dukungan dari masyarakat karena dalam tahap pertama yang lalu masih ada penolakan dari orangtua siswa.

“Padahal ini kan harusnya bersyukur dijadikan percontohan, karena deteksi dininya lebih cepat. Harapannya dari surveilans ini intinya kan pada prokes, dan mendeteksi,” jelasnya lagi.

Pihak DKK bersama dengan Dinas Pendidikan Kota Solo telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait pelaksanaan surveilans tahap kedua tersebut.  Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penolakan dari orangtua siswa.

“Kita sosialisasikan secara umum tapi waktunya surveilans kapan,  saya tidak mau menentukan. Karena kalau sudah ditentukan malah gak masuk sekolah,” katanya.

Pihaknya berharap pada surveilans tahap kedua ini tidak akan terjadi penolakan dari orangtua siswa. Karena hal ini merupakan kesempatan untuk mendeteksi, jika ada yang positif Covid-19 maka bisa langsung dilakukan tindakan berikutnya.

“Kalau anaknya positif ketahuan lebih dini kan seneng kan, daripada nanti sakit gimana,” katanya lagi.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menambahkan saat ini anak-anak sekolah yang sebelumnya dinyatakan positif berdasarkan surveilans tahap pertama lalu, saat ini sudah sembuh semuanya.

“Anak-anak yang kemarin positif sudah sembuh semuanya. Tetapi kita akan tetap melakukan surveilans, berikutnya ke sekolah-sekolah yang lain,” ujarnya. ***