Home NasionalNusantara Rektor UNS Tegaskan Pihaknya Mendukung Penuh Pengusutan Meninggalnya Gilang

Rektor UNS Tegaskan Pihaknya Mendukung Penuh Pengusutan Meninggalnya Gilang

oleh Uti Farinzi

 

UNS dukung penuh pengusutan kasus meninggalnya mahasiswa UNS saat Diklatsar Menwa. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mendukung pengungkapan kasus meninggalnya mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra (21) saat mengikuti Diklatsar Menwa. Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho menegaskan pihak UNS akan terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut.

“Kami akan terus berkoordinasi dan bekerjasama dalam hal penyediaan informasi maupun memfasilitasi kelancaran proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian kepada mahasiswa maupun dosen atau tenaga pendidik yang terkait dengan peristiwa ini,” jelas Prof Jamal Wiwoho, Sabtu (30/10/2021).

Jamal juga menegaskan jika  UNS sangat mempercayai profesionalisme pihak kepolisian dalam proses penyidikan yang sudah mulai dilakukan. Pihaknya juga  mengharapkan pengungkapan fakta-fakta yang sesungguhnya, agar kebenaran dan keadilan benar-benar ditegakkan.

“UNS menyambut  baik perkembangan atas kasus ini dengan telah diserahkannya hasil otopsi almarhum Gilang Endi Saputra dari RS Bhayangkara Semarang kepada Tim Penyidik Polresta Surakarta, karena memang hasil otopsi ini telah ditunggu-tunggu oleh semua pihak, termasuk UNS,” jelasnya lagi.

Pihaknya mengaku sampai saat ini belum menerima berkas hasil otopsi  tersebut dari pihak Kepolisian. Tetapi UNS berharap hasil otopsi dapat digunakan sebaik-baiknya oleh Tim Penyidik Polresta Surakarta dalam upaya mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya terkait insiden meninggalnya salah satu mahasiswa UNS dan menegakkan keadilan bagi semua pihak.

“UNS juga  terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan keluarga almarhum, dan hadir dalam setiap tahap-tahap perkembangan peristiwa, sejak proses membawa jenazah almarhum ke kediaman keluarga, proses otopsi jenazah almarhum, hingga proses pemakamannya,” katanya.

Sampai hari ini dirinya terus menugaskan pejabat-pejabat di lingkungan UNS untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan keluarga.

“Pada hari Kamis (28/10/2021), pejabat di lingkungan UNS telah mengadakan pertemuan dengan pihak keluarga bersama perwakilan BEM UNS bertempat di Gedung Rektorat,” katanya lagi.

Lebih lanjut rektor juga mengatakan
sejak insiden ini terjadi, UNS secara aktif melakukan langkah-langkah terkait dengan koordinasi dengan keluarga almarhum, koordinasi dengan pihak Kepolisian. Selain itu juga melakukan evaluasi atas unit kegiatan mahasiswa (UKM) Menwa.

“Pada hari Senin (25/10/2021), Rektor langsung membentuk Tim Evaluasi UKM Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS melalui Surat Tugas nomor 4461/UN27/KP/2021,” ujarnya.

Berdasar rekomendasi dari tim evaluasi, Rektor UNS telah membekukan UKM Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa melalui SK Rektor UNS Nomor 2815/UN27/KH/2021.

Pihaknya juga menegaskan tim evaluasi akan terus melakukan pengkajian internal terkait pelaksanaan aktivitas UKM tersebut. Untuk memberikan rekomendasi kepada Pimpinan UNS terkait pengelolaan UKM di lingkungan UNS.

Serta keberlanjutan atau keberadaan UKM Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa di lingkungan UNS. ***

Tinggalkan Komentar