Nusantara
PTM di Solo Tetap Berjalan, Meski Klaster Covid-19 Bertambah
PTM di SMP 4 Solo dihentikan sementara setelah ada siswa terpapar Covid-19. (Foto : Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo tetap berjalan meskipun muncul kasus Covid-19 dari kegiatan PTM. Hingga Kamis (21/10/2021) sudah ada tujuh sekolah yang PTM nya dihentikan sementara karena ditemukan siswa dan guru yang terpapar Covid-19.
Tes random sampling di sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan PTM akan terus dijalankan. Begitu juga dengan surveilans di tiap-tiap sekolah terus dilakukan.
“Yang jelas kalau ada yang positif kami tutup dulu sekolahnya kalau yang lain tetap jalan PTM nya. Sekali lagi kalau sekolah kan hanya satu jam hingga dua jam, makanya perlu pengawasan ketat yang di luar sekolah, terutama di rumah,” kata Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Solo, Kamis (21/10/2021).
Untuk itu pihaknya meminta kepada orangtua untuk memonitor anak-anaknya saat di rumah. Selain itu saat siswa berada di sekolah, pihak sekolah juga harus terus melakukan monitoring.
“Sekolah sudah tutup dua tahun mosok meh tutup meneh (masak mau tutup lagi) hanya karena beberapa kasus saja,” katanya lagi.
Menurut Gibran, sebagian besar siswa-siswa dan guru yang positif Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Sehingga pihaknya yakni mereka segera sembuh.
“Pokoknya PTM jalan terus, random testing terus kita lanjutkan. Enak aja hepi-hepi kasusnya rendah tapi gak ditesting yo podo wae (sama saja),” ujarnya.
Munculnya klaster PTM di sekolah-sekolah tidak akan mengubah kebijakan pelonggaran bagi anak-anak saat PPKM level dua di Kota Solo.
Ketujuh sekolah yang dihentikan sementara PTM adalah SD Kristen Manahan, SDN Mangkubumen, SDN Danukusuman, SD Al Islam 2 Jamsaren, dan SD Semanggi Lor, SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 8.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Solo, Wuryanti mengatakan ada satu siswa di sekolah tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19. Siswa yang terkonfirmasi positif merupakan siswa kelas 7.
“Kemarin pas dilakukan tes antigen random di SMP 4 pada Senin (18/10/2021) lalu merupakan hari pertama masuk sekolah untuk siswa kelas 7, karena saya menunggu anak-anak kelas 7 ini selesai mendapatkan vaksin kedua dulu,” jelas Wuryanti.
Wuryanti mengungkapkan pada hari pertama masuk PTM tersebut hanya 50 persen dari kapasitas kelas. Mereka langsung mengikuti random tes, dan hasilnya satu siswa dinyatakan positif Covid-19.
“Jadi hari ini di tracing tidak di sekolah tapi melalui Puskesmas Gilingan. Tracing keluarga anak tersebut juga negatif, teman-temannya yang lain hasilnya juga negatif,” pungkasnya.***