Nusantara
Pernak Pernik Imlek Mulai Diburu di Pasar Gede Solo

Pernak pernik Imlek mulai terlihat di Pasar Gede Solo. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Suasana menjelang Tahun Baru Imlek 1 Februari 2022, di Pasar Gede Solo mulai terlihat. Lampu-lampu lampion khas Imlek sudah mulai dipasang di pintu masuk Pasar Gede dan di depan kios-kios di pasar tersebut.
Tidak hanya itu, sejak beberpa hari terakhir pernak pernik Imlek mulai diburu warga Tionghoa. Seperti lampion, stiker Imlek, lilin, dupa sembahyang hingga kie khas Imlek, kue keranjang.
Menurut salah satu pedagang pernak pernik Imlek di Pasar Gede Solo, Natalia Wijaya, Selasa (18/1/2022), pergerakan ekonomi di toko miliknya sudah mulai terlihat sejak awal bulan ini.
“Sudah mulai ramai apalagi saat ini sudah beberapa hari menjelang Imlek semakin ramai,” kata pemilik toko Sinar itu.
Berbeda dari dua tahun sebelumnya, Natalia menyebut tokonya mulai ramai pembeli yang mencari kebutuhan Imlek mulai awal bulan ini.
“Yang sangat sepi pas tahun pertama pandemi. Setelah pandemi mulai reda ya terus mulai ramai lagi,” katanya lagi.
Natalia menyebut produk-produk favorit saat Imlek adalah kue keranjang, manisan, (amplop) angpao, lampion, boneka-boneka tempelan. Bahkan untuk kue keranjang hingga saat ini sudah menjual hingga ratusan kilogram.
“Kalau per hari rata-rata 100 kilogram, sama kayak tahun lalu. Harganya beragam mulai dari Rp25.000 hingga Rp65 000,” jelasnya.
Dirinya mengaku sudah melakukan persiapan Imlek dengan menambah stok. Pasokan dari wilayah Solo, Medan dan Jakarta.
“Nanti semakin mendekati Imlek biasanya semakin meningkat permintaannya,” ujarnya.
Untuk penjualan tahun ini dirinya mengaku lebih banyak dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Pihaknya menyetok hingga ratusan kilo kue keranjang untuk memenuhi permintaan masyarakat.
“Persediaannya bisa sampai ton kalau melihat ramai begini. Yang paling murah sekilonya 25 ribu, kalau yang paling mahal 66 ribu per kilo. Sekilo ada yang isi 4 biji, 2 biji ada yang 3 biji,” jelasnya lagi.
Kondisi yang sama juga dialami pedagang kue keranjang lainnya, Jefri. Dia mengaku sejak dua pekan terakhir ini mengalami peningkatan penjualan.
“Perhari penjualan mencapai seratusan biji. Kalau pasokan dari Kota Solo ada lima perusahaan. Nanti kalau mendekati hari H semakin banyak lagi,” ujarnya.
Dikatakan Jefri, hingga akhir Imlek nanti diprediksikan permintaan akan tetap banyak. Berkaca tahun lalu mempu terjual 800 kilogram lebih.***