Home NasionalNusantara Pengelola Mal di Solo Berharap PPKM Darurat Tidak Diperpanjang

Pengelola Mal di Solo Berharap PPKM Darurat Tidak Diperpanjang

oleh Uti Farinzi
 

Suasana sepi terlihat di Solo Paragon Mal. (Foto: Istimewa)

 
 
FAKTUALid – Pengelola pusat perbelanjaan di Kota Solo, Jawa Tengah berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, tidak diperpanjang. Menurut Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Solo, Veronika Lahji, PPKM Darurat sangat berdampak bagi tenant-tenant di mal.
 
“Sejak awal kami mendukung program pemerintah, selama PPKM Darurat hanya sektor esensial, supermarket dan food and beverage yang buka. Kami berharapnya PPKM Darurat cukup dua minggu saja,” jelas Veronika yang juga Chief Marketing Communication Solo Paragon Mal itu, Kamis (15/7/2021).
 
Menurut Vero, saat ini sudah banyak tenant yang terdampak dan terpaksa merumahkan karyawan mereka. Meskipun ada yang mencoba untuk berjualan secara online, tetapi omzetnya tidak maksimal.
 
“Sudah ada yang dirumahkan, kalau sampai berkelanjutan dikhawatirkan akan lebih banyak lagi,” jelasnya lagi.
 
Pada awal PPKM Darurat masih ada 20 persen tenant yang membuka usahanya. Tetapi saat ini banyak yang mulai menutup usahanya karena tidak seimbang dengan biaya operasional yang dikeluarkan.
 
“Di food court banyak gerai yang tutup,” katanya.
 
Pihaknya juga berharap pemerintah memberikan keringanan kepada pelaku usaha yang terdampak. Seperti keringanan pajak dan lain sebagainya.
 
Pusat perbelanjaan non esensial seperti di Pusat Grosir Solo (PGS) dan Beteng Trade Center (BTC) yang merupakan pusat berbelanjaan pakaian lebih terdampak lagi. Karena selama PPKM Darurat harus tutup semua.
 
“Di sana kan banyak home industry, pastinya sangat terdampak. Soal keringanan nanti kita akan bahas lagi soal itu, karena ini sangat frontal sekali. Lebih berdampak dibandingkan sebelumnya,” katanya lagi.
 
Hal senada juga diungkapkan Public Relations Solo Grand Mall (SGM) , Ni Wayan Ratrina, PPKM Darurat berdampak besar pada operasional mal.
 
“Operasional mal semakin berat karena banyak tenant yang tutup. Tapi masih ada beberapa tenant food and beverage yang justru naik penjualannya,” ujarnya.
 
Pihaknya juga berharap PPKM Darurat tidak diperpanjang lagi. (Uti Farinzi) ***

Tinggalkan Komentar