Home NasionalNusantara Pemkot Solo Usulkan 40.000-an Warga Terdampak PPKM Dapat Bansos Dari APBD

Pemkot Solo Usulkan 40.000-an Warga Terdampak PPKM Dapat Bansos Dari APBD

oleh Uti Farinzi
 
 

Kepala Dinas Sosial Kota Solo, Tamso. (Foto : Istimewa)

 
FAKTUALid –  Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengusulkan sekitar 40.000 – an warga terdampak PPKM Darurat dan PPKM Level 4 Covid-19 di Kota Solo mendapatkan bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari APBD Kota Solo.
 
Mereka yang diusulkan mendapatkan bansos dari APBD Solo itu belum tercover bantuan dari pusat
 
“Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengusulkan sekitar 40.000 an penerima manfaat. Saat ini baru verifikasi apakah namanya dobel atau tidak,” jelas Kepala Dinas Sosial Kota Solo, Tamso, kepada wartawan di Balai Kota Solo, Jumat (23/7/2021).
 
Verifikasi data akan diselesaikan secepatkan. Dalam usulannya, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan bantuan sembako senilai Rp250.000.
 
“Rincian nanti berupa beras, minyak dan sebagainya senilai Rp250.000. Anggaran yang disiapkan untuk bansos selama tiga bulan mendatang,” jelasnya lagi.
 
Bansos dari Pemkot Solo tersebut diperkirakan akan dibagikan awal bulan Agustus mendatang. Selain bansos dari Pemkot Solo yang berasal dari APBD, masyarakat terdampak Covid-19 juga masih akan mendapatkan bansos dari pusat.
 
“Baik yang bansos reguler maupun bansos karena Covid-19. Untuk reguler kan ada bansos dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST), dimana penyalurannya dilakukan pihak ketiga dan kami hanya memantau,” paparnya.
 
Selain itu juga ada bansos Covid-19, untuk BPNT akan disalurkan berupa beras sebanyak 10 kg oleh Bulog. Pemkot Solo juga mendapatkan jatah untik 3.000 KPM untuk menyalurkan beras sebanyak 5 kg.
 
“Sedangkan untuk penyaluran BST dilakukan melalui kantor pos, kita juga hanya monitor, saat ini masih dalam proses. Direncanakan hari Senin mendatang BST bisa disalurkan melalui kantor pos,” katanya.
 
Tetapi tidak tertutup kemungkinan penyaluran BST akan dilakukan melalui kelurahan seperti tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan.
 
“Kalau Pak Wali setuju penyalurannya akan melalui kelurahan. Jangka waktu penyaluran kali ini juga lebih panjang sehingga diharapkan tidak terjadi kerumunan,” katanya lagi.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan pihaknya mengusulkan sekitar 21.000 -an warga terdampak menerima bansos. Mereka diantaranya dari Pedagang Kaki Lima (PKL), pedagang yang warungnya tutup selama PPKM Darurat, karyawan di warung dan PKL yang tutup dan lainnya.
 
“Itu yang diusulkan, mereka ada yang warga Kota Solo dan luar Kota Solo. Kita sudah pilah tetapi keputusannya seperti apa kita masih menunggu apakah semua dapat atau tidak,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Heru mengatakan selama PPKM Level 4 semua aturan masih sama seperti PPKM Darurat. Pasar-pasar non esensial masih tetap ditutup. Dari 44 pasar, sebanyak 14 pasar masih ditutup.
 
“Jumlah pedagang yang terdampak karena pasarnya tutup sebanyak 6.000-an pedagang. Kalau kompensasi, Pak Wali kemarin mengatakan membebaskan retribusi pedagang selama bulan Juli,” kata Heru.
 
Dari pembebasan retribusi pedagang tersebut, Pemkot Solo akan kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga lebih dari Rp 1 miliar. Meskipun kehilangan potensi PAD, tetapi hal tersebut merupakan bentuk tanggungjawab Pemkot Solo terhadap pedagang yang tidak bisa berjualan. (Uti Farinzi) ***

Tinggalkan Komentar