Connect with us

Nusantara

Pemkot Solo Libatkan Produk UMKM Dalam Event G20 di Solo

Avatar

Diterbitkan

pada

Salah satu produk UMKM di Kota Solo. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam event internasional yang digelar di Kota Solo. Salah satunya event Trade Industry and Investment Working Group (TIIWG) G20.

Menurut Wali Kota Solo, Gibran Rakbuming Raka saat ini Pemkot Solo masih melakukan kurasi dari produk UMKM yang akan dipilih menjadi souvernir dalam salah satu rangkaian kegiatan G20 tersebut.

“Nanti biar dikurasi lagi sama Kepala Dinas Koperasi dan UKM. Kemarin sudah dapat batik, jam tangan kayu, nanti segera kita finalkan. Karena akhir Maret kan sudah mulai G20,” jelas Gibran, Kamis (3/3/2022).

Menurut Gibran, dari kegiatan yang digelar di Kota Solo tersebut pihaknya yakin dengan dampak positif bagi pelaku UMKM di Kota Solo.

“Kebutuhan ratusan bukan masalah. Nanti yang pegang kan eselon-eselon 1 dan eselon-eselon 2 dari luar negeri semua jadi impact nya besar,” jelasnya lagi.

Advertisement

Tetapi produk yang akan dijadikan souvernir atau yang nantinya ikut dipamerkan di hotel tempat pelaksanaan sidang G20, harus memiliki kualitas dan kemasan yang bagus.

“Kalau produk itu unik, bagus nanti tinggal kasih logo G20 atau Paragames, sudah bagus,” katanya.

Selain produk handicraft, produk makanan juga akan ditampung. Putra sulung Presiden Jokowi tersebut mengatakan nantinya pihaknya akan membuka beberapa booth saat acara pertemuan G20.

“Karena pesertanya tidak bisa city tour jadi di dalam hotel saja,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Solo, Wahyu Kristina mengatakan dalam agenda pertemuan G20 di Kota Solo tersebut hanya akan ada beberapa produk UMKM yang bisa ditampilkan.

Advertisement

“Kalau rencananya kita bisa memasukkan 10 produk UMKM, masing-masing di Hotel Alila dan De Tjolomadoe. Nanti akan ada produk handycraft, batik,” kata Wahyu Kristina.

Tidak hanya memamerkan produk UMKM saja tetapi juga akan ada workshop pembuatan produk tersebut.

“Kegiatan itu kan trade, invesment, and industry working group, jadi nanti akan ada workshop bagaimana membatik, bahaimana membuat wayang dan sebagainya,” katanya lagi.

Menurut Wahyu, berdasarkan permintaan dari pusat, produk UMKM yang dipamerkan harus ada batik khas Solo, serta ada pemnuatan wayang.

Untuk kriteria produk UMKM yang akan dipamerkan dalam kegiatan tersebut, berdasarkan kualitas, bisa berlaku global yakni tidak ada konten dari produk tersebut yang tidak bisa dibawa ke luar negeri.

Advertisement

“Karena tamu kita sebagian besar pesertanya dari luar negeri,” pungkasnya. ***

Lanjutkan Membaca