Nusantara
Pembangunan Masjid Sriwedari Mangkrak, FPDIP DPRD Solo Galang Dana Gotong Royong

Masjid Sriwedari Solo yang mangkrak selama setahun terakhir. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Pembangunan Masjid Sriwedari Solo sudah satu tahun ini mangkrak. Sejumlah pihak terus mendorong pembangunan masjid senilai Rp165 miliar itu segera diselesaikan.
Salah satunya dari Fraksi PDIP DPRD Kota Solo. FPDIP DPRD Kota Solo juga memberikan sumbangan dana pembangunan masjid yang berada di bekas lahan Taman Sriwedari itu.
“Ya nggak seberapa ,nggak perlu kami sebutkan tapi ini bentuk gotong royong yang kami serahkan kepada panitia pembangunan masjid,” jelas Ketua Fraksi PDIP DPRD Kora Solo, YF Sukasno kepada wartawan di Masjid Sriwedari Solo, Jumat (10/6/2022).
Menurut Sukasno, apa yang dilakukan FPDIP DPRD Kota solo tersebut untuk memicu semangat semua elemen masyarakat ikut berperan dalam menyelesaikan pembangunan masjid milik Kota Solo tersebut.
“Kami juga akan melaporkan ke Ketua DPC PDIP Solo dan mengusulkan untuk memobilisasi masyarakat termasuk kader PDIP untuk urunan (menyumbang) sehingga masjid ini bisa segera selesai,” jelasnya lagi.
Sukasno yang juga Ketua Komisi III DPRD Kota Solo itu mengatakan anggaran pembangunan Masjid Sriwedari tersebut murni dari masyarakat dan CSR perusahaan.
“TIdak ada yang berasal dari dana APBD,” katanya.
Sementara itu menurut Humas Panitia Pembangunan Masjid Sriwedari, Her Suprabu, pembangunan masjid tersebut sudah mencapai 85 persen. Sehingga masih menyisakan pekerjaan 15 persen lagi. Tetapi untuk semua material sudah tersedia.
“Masjid ini milik masyarakat Kota Solo, jadi semua elemen masyarakat termasuk dari elemen Faksi PDIP DPRD Kota Solo memberikan bantuan secara riil dan suport. Untuk menyemangati pembangunan masjid ini segera selesai,” jelas Her Suprabu.
Terkait anggaran pembangunan masjid, Her Suprabu mengatakan selama ini tetap ada penggalangan dana dari masyarakat meskipun kecil. Sedangkan dana CSR dari sejumlah perusahaan, terhambat karena pandemi Covid-19.
“Kalau gambarannya, panitia sudah membayar untuk pengerjaan masjid ini per termin. Kami juga terus mendorong masyarakat dan perusahaan untuk membantu menyelesaikan masjid ini, panitia juga ingin masjid ini secepatnya selesai,” jelasnya lagi.
Masjid Taman Sriwedari tersebut pertama kali dibangun tahun 2018, tetapi dalam waktu satu tahun terakhir terhenti pembangunannya karena masalah dana. Meskipun panitia pembangunan masjid menegaskan status lahan tersebut milik Pemkot Solo, tetapi sampai saat ini ahli waris Wirjodingirat tetap mengklaim jika lahan tersebut milik mereka. ***