Connect with us

Nusantara

Operasional PLTSa Putri Cempo, Gibran Siap Tampung Sampah Dari Luar Daerah

Avatar

Diterbitkan

pada

Ujicoba operasional PLTSa Putri Cempo Solo. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo Solo, siap beroperasi penuh Desember 2022 mendatang dan Januari 2023 mulai menjual listrik ke PLN.

Untuk memenuhi kebutuhan sampah untuk operasional PLTSa Putri Cempo tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo siap menampung sampah dari daerah di sekitar Kota Solo.

“Nanti kita koordinasikan dengan daerah sekitar. Karena itu kan mesinnya memang rakus sampah jadi otomatis mengambil sampah dari luar. Mereka pasti mau,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Rabu (29/6/2022).

Kebutuhan sampah untuk operasional mesin PLTSa sebanyak 550 ton sehari. Tetapi sampah baru yang dihasilkan dari Kota Solo hanya 350 ton perhari, sebanyak 200 ton menggunakan sampah lama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Tetapi sampah di TPA Putri Cempo diperkirakan akan habis dalam jangka wkatu 8 tahun. Sehingga membutuhkan sampah dari luar daerah.

Advertisement

“Koordinasi dari luar daerah nanti sambil jalan, sambil berproses. Pasti mereka mau, pokoknya daerah sekitar,” jelasnya lagi.

Tetapi saat ini prioritasnya menghabiskan gunungan sampah di TPA Putri Cempo. Gibran juga mengatakan pemindahan sungai yang berada di tengah TPA juga sudah dibahas.

“Kemarin commisioning kan sudah dilakukan, katanya suaranya halus, bagus dan lain-lain. Nanti tinggal nunggu ini aja, saya kan butuh pendampingan dari PLN. Biar listrik yang dihasilkan sesuai target. Nanti saya cek kesana,” katanya.

Terkait keberadaan pemulung yang ada di TPA Putri Cempo, Gibran mengungkapkan dirinya akan mencari solusi. Untuk ternak sapi yang biasa dibiarkan di TPA, ke depan tidak diperbolehkan.

Sebelumnya, Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) Elan Syuherlan saat ujicoba mesin PLTSa kemarin mengatakan  dari 8 unit mesin akan mengjasilkan listrik 8 MW. Sebesar 5 MW akan dijual ke PLN dam 3 MW digunakan untuk operasional.

Advertisement

“Saat ini baru 4 mesin yang ada, 4 mesin lainnya dalam perjalanan. Sesuai target Desember bisa beroperasi dan Januari 2023 mulai menjual listrik ke PLN,” pungkasnya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement