Home NasionalNusantara Masih Ada Warga Solo Tolak Vaksinasi, Gibran Tak Akan Paksa

Masih Ada Warga Solo Tolak Vaksinasi, Gibran Tak Akan Paksa

oleh Uti Farinzi

 

Petugas kesehatan dan tim gabungan mendatangi warga.yang belum divaksin. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Meskipun capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Solo sudah melampaui target tetapi masih ada 5 persen warga Kota Solo yang belum divaksin. Untuk memaksimalkan pencapaian vaksinasi warga Solo, Dinas Kesehatan Kota (DKK) melakukan vaksinasi door to door.

Meskipun sudah dilayani dengan mendatangi secara langsung dari rumah ke rumah, masih banyak warga yang menolak divaksin.

“Ya kalau capaian vaksinasinya sudah tinggi gini memang susah untuk mencari sisa- sisa orang  yang belum tervaksin, agak menantang,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Rabu (10/11/2021).

Jika ada warga yang tetap menolak divaksin, Gibran mengatakan pihaknya akan memberikan edukasi. Tetapi tidak boleh memaksa.

“Nanti edukasi lagi tidak bisa memaksa,” katanya.

Menurut Gibran, vaksinasi yang dilakukan di Kota Solo saat ini lebih mudah. Karena vaksinasi sudah dilakukan secara go show, tidak perlu mendaftar sebelumnya.

“Vaksinasi go show, rasah (tidak) daftar, kan penak (enak). Tetapi yang penting vaksinasi tidak dipaksakan. Pokoknya kita edukasi, kita rayu lagi karena itu tanggungjawab kami,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut Gibran mengatakan mereka yang enggan divaksin tersebut, menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan  untuk memvaksin mereka. Mereka yang menolak vaksin bahkan seringkali sengaja pergi dari rumah saat petugas kesehatan mendatangi mereka.

“Ya biasa ada yang jelas-jelas menolak. Atau sengaja pergi nanti kita edukasi lagi, kita rayu lagi,” katanya.

Dirinya menargetkan hingga akhir tahun sisa 5 persen warga Kota Solo yang belum tervaksin, semuanya sudah mendapat vaksin.

Sementara itu hingga minggu pertama bulan November 2021,  dari 417.151 warga Kota Solo yang menjadi sasaran yang sudah divaksin mencapai 95 persen.

Sementara itu vaksinasi door to door, salah satunya dilakukan di RT 02 RW 11, Kelurahan Purwosari Solo. Vaksinasi dilakukan sejumlah tenaga kesehatan dari Puskesmas Purwosari dan tim pendukung diantaranya dari TNI dan Polri serta relawan dan pemerintah kelurahan setempat.

Dari 128 warga yang belum tervaksin, hanya 12 diantaranya yang berhasil divaksin oleh nakes yang mendatangi rumah mereka secara langsung. Sebagian besar diantara mereka sengaja pergi untuk menghindari petugas.

“Dari 128 hanya dapat 12 saja yang berhasil divaksin. Mereka sembunyi dari kami. Karena daerah ini, termasuk daerah penolakan,” ujar Kepala Puskesmas Purwosari, de Nur Hastuti. ***