Connect with us

Nusantara

Islamic Center Hadiah Pangeran UEA Akan Dibangun, Warga Minta Tak Digusur

Avatar

Diterbitkan

pada

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menanggapi protes warga yang akan digusur untuk pembangunan Islamic Center. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pembangunan Islamic Center hadiah dari Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Kota Solo segera terealisasi. Saat ini, lokasi pembangunan Islamic Center sudah ditentukan yang  berdekatan dengan Masjid Raya Syekh Zayed di Gilingan Solo.

Tetapi rencana pembangunan Islamic Center di tanah PT KAI dan Kompleks Detasemen Pembekalan Angkutan (Denbekang) IV-44-04/Surakarta tersebut masih terkendala. Karena lahan milik PT KAi itu sat ini masih dihuni sebanyak 35 rumah dengan 62 Kepala Keluarga (KK).

Saat Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi, Kamis (14/4/2022), nampak sejumlah warga terutama ibu-ibu yang melancarkan protes. Alasannya, rumah mereka akan digusur dengan pembangunan Islamic Center tersebut.

“Pak saya mohon jangan digusur , kami sudah tinggal di sini sudah lama. Pekerjaan kami di sini, sekolah anak-anak juga di sini, pokoknya kami jangan digusur Pak,” ujar salah satu ibu-ibu kepada Gibran.

Hal senada juga diungkapkan Siti Kodiah, sambil menahan tangis warga yang sudah puluhan tahun tinggal di lahan tersebut meminta agar Gibran tidak menggusur rumahnya.

Advertisement

“Katanya mau digusur, ya khawatir lihat pengalaman yang lalu, kalau pindah harus antar anak ke sekolah jauh. Semakin susah,” kata Siti.

Menanggapi keluhan-keluhan warga tersebut, Gibran Rakabuming Raka mengatakan pihaknya tidak akan menggusur rumah warga. Untuk warga yang tinggal di lokasi tersebut akan dicarikan solusi.

“Karena masjid dan Islamic Center itu kan harus jadi satu. Nggak digusur nanti kita carikan solusi tenang saja ya ora mungkin langsung gusur,” jelas Gibran.

Gibran juga akan berkoordinasi dengan PT KAI karena lahan tersebut milik PT KAI. Pembangunan Islamic Center dijadikan satu dengan Masjid  Syekh Zayed, nanti akan dihubungkan dengan panel terowongan.

Sedangkan untuk desain Islamic Center, akan menggunakan desain lama yang akan digunakan di lokasi lama. Sebelumnya, Gibran menyiapkan lahan di kawasan Solo Techno Park dan di dekat Kampus UNS.

Advertisement

“Desain lama hanya lokasinya yang dipindah dan tidak ada masjidnya. Kalau di lokasi yang lama kan harus bangun masjid lagi,” jelasnya lagi.

Islamic Center akan dibangun di atas lahan seluas 1 hektar dengan luas bangunan 6.000 meter persegi. Sisa lahan akan digunakan untuk lahan parkir. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement