Home NasionalNusantara ISI Solo Kembangkan Labsos Perfilman di Desa Karang, Karanganyar

ISI Solo Kembangkan Labsos Perfilman di Desa Karang, Karanganyar

oleh Uti Farinzi

 

Prodi Film dan Televisi ISI Solo kembangkan labsos perfilman di Desa Karang. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, mengembangkan Laboratorium Sosial (Labsos) Perfilman Prodi Film dan Televisi di Desa Karang, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

Menurut Rektor ISI Solo, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum,  saat ini Prodi Film dan Televisi, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Solo melaksanakan kemitraan dengan Desa Karang di Kabupaten Karanganyar untuk mengembangkan Rintisan Desa Wisata Tematik Perfilman.

“Dikembangkan pula sebuah kawasan terpadu pengembangan perfilman, baik produksi, apresiasi maupun edukasi tentang film,” jelas Nyoman Sukerna, Jumat (19/11/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai aktifitas Membangun Desa pada kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Kegiatan ini adalah wujud implementasi dari usaha perguruan tinggi untuk bersinergi dengan pemerintah, masyarakat, serta industri untuk meningkatkan sektor industri kreatif di daerah.

“Untuk mewujudkan gagasan tersebut, diperlukan tinjauan yang sangat komprehensif, antara lain berkait dengan perkembangan industri kreatif sektor perfilman itu sendiri, faktor-faktor ekonomi, pariwisata, hukum dan kebijakan, kekayaan konten lokal serta partisipasi masyarakat,” paparnya.

Ketua Panitia Kegiatan, Dedi Eko Nurcahyo, menambahkan kini perfilman tidak lagi didominasi pusat industri film seperti di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta saja, namun di daerah- daerah seperti Purbalingga, Makassar dan Banyuwangi yang mulai menggeliat iklim perfilmannya.

“Di Solo Raya, ISI Solo bersama Kabupaten Karanganyar juga menyumbang peran serta kawasan lokal sebagai penyangga pengembangan film nasional dengan mengembangkan laboratorium sosial perfilman,” katanya.

Sedangkan Kaprodi Film dan Televisi ISI Solo, Titus Soepono Adji mengatakan saat ini mengembangkan perfilman tidak bisa hanya mengandalkan dari komunitas film saja, namun juga harus melibatkan masyarakat, pemerintah, akademisi, industri dan media, baik di tingkat lokal, nasional maupun global.

“Keberadaan Labsos Perfilman dengan segala potensi lokalitasnya merupakan upaya untuk dapat mempertemukan berbagai pihak memajukan perfilman, melalui berbagai kegiatan baik produksi, workshop, apresiasi maupun eksebisi,” paparnya.

Terkait pengembangan Labsos Perfilman tersebut, ISI Solo menyelenggarakan Seminar Nasional Prodi Film dan Televisi yang diselenggarakan secara hybrid dari Studio Laboratorium Sosial Perfilman di Desa Karang, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

Kepala Desa Karang, Dwi Purwoto menyebutkan, saat ini ada 34 Mahasiswa ISI Surakarta telah
bekolaborasi selain memproduksi film juga menyelenggarakan kegiatan perfilman lainnya, baik pemutaran, festival, maupun workshop film.

“Kegiatan tersebut merupakan inisiasi Program Kompetisi Kampus Merdeka, dan Program Holistik Pemberdayaan Desa dari Kemdikbudristek,” kata Dwi.

Dwi juga mengatakan Desa Karang juga sedang merintis sebuah Desa Wisata Perfilman, yang akan menjadi destinasi publik di Kawasan Watu Gambir seluas 5 hektar.

Lokasi ini saat ini sedang dibangun sebuah amplitheter berkapasitas 1500 penonton, dan telah memiliki embung serta wahana river tubing.

Direncanakan di area tersebut juga akan dibangun area workshop, studio film dan Cinema Room sebagai wahana perfilman. ***