Home NasionalNusantara HIK Solo Ditetapkan Sebagai WBTb, Gibran Akan Lakukan Penataan

HIK Solo Ditetapkan Sebagai WBTb, Gibran Akan Lakukan Penataan

oleh Uti Farinzi

 

HIK Solo ditetapkan sebagai WBTb, Wali Kota Solo akan lakukan penataan. (Foto : Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi penetapan HIK Solo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).  Sebelumnya, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tmenetapkan 51 budaya Jawa Tengah sebagai WBTb, salah satunya ada HIK Solo.

“Iya bagus, kalau di Singapura ada Hawker Center itu,  kalau disini HIK,” jelas Gibran di Kota Solo, Selasa (2/11/2021).

Gibran mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti penetapan HIK Solo sebagai WBTb dengan melakukan penataan.

“Kemarin sebenarnya saya sudah ngobrol sama dinas kebudayaan dan dinas pariwisata juga, untuk membuat satu kawasan khusus dengan mengumpulkan HIK se- Solo. Tapi karena PPKM kemarin, terus ra sido (tidak jadi). Nantilah kalau kondisi sudah membaik,” jelasnya lagi.

Pihaknya mengakui, memang tidak ada penyeragaman harga di wrung HIK. Sehingga ada beberapa warung HIK yang harganya lebih mahal dibandingkan dengan yang lain.

“Ya terserah costumer to pilih sing endi (pilih yang mana). Pilih yang HIK modern atau kaki lima yang pasti harganya juga beda,” katanya.

Warung HIK di Kota Solo saat ini juga berkembang pesat. Tidak hanya berupa HIK di pinggir jalan layaknya pedagang kaki lima tetapi juga berkonsep cafe.

Penetapan HIK Solo sebagai salah satu  WBTb tersebut sesuai dengan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 dan Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.  Tujuannya, agar kebudayaan atau tradisi yang dilakukan terus lestari dan berkembang.

Selain HIK Solo ada sejumlah warisan budaya lain di Jawa Tengah yang juga ditetapkan sebagai WBTb. Diantaranya  Dukutan, Upacara Adat Mahesa Lawung, Mondhosio Pancot, Wayang Othok Obrol, Timlo Solo, Grebeg Maulud Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Grebeg Besar Kraton Kasunanan Surakarta.

Kemudian Serabi Notosuman, Sate Kere, Jamasan Meriam Nyai Setomi, Mendoan Banyumas, Kriya Logam Tumang Boyolali, Tata rias pengantin Wahyu Merapi Pacul Groweng, Ebeg Banyumas, Jamjaneng, Tari Cepetan Alas, Nopia Purbalingga, Braen,  Lurik Klaten, dan lain sebagainya. ***