Home NasionalNusantara Harga PCR Turun, Gibran Minta Laporkan Jika Ada Yang Lebih Mahal

Harga PCR Turun, Gibran Minta Laporkan Jika Ada Yang Lebih Mahal

oleh Uti Farinzi

 

Harga tes PCR turun, Wali Kota Solo minta warga melaporkan jika ada yang lebih mahal. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming mendukung kebijakan menurunkan harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) menjadi Rp275.000. Menurutnya dengan harga terbaru, memudahnya diakses oleh masyarakat.

“Ya bagus to, lebih memudahkan lebih gampang diakses semua kalangan,” ujar Gibran di Kota Solo, Jumat (29/10/2021).

Putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut juga meminta kepada masyarakat yang menemukan harga PCR lebih mahal untuk melaporkan ke dirinya.Tetapi pihaknya yakin tidak ada laboratorium yang berani menerapkan harga PCR melebihi harga yang ditentukan. Karena

“Yo ra iso no wong aturannya wes itu (ya tidak bisa aturannya sudah seperti itu) . Kalau sanksi, ya nanti kita cek warga yang menemukan PCR lebih mahal lapor ke saya,” jelasnya lagi.

Pihaknya menyerahkan pengawasan penerapan harga PCR tersebut kepada Dinas Kesehatan Kota Solo. Tetapi Gibran meminta kepada semua fasilitas kesehatan yang melayani tes PCR untuk menarik tarif sesuai SE Kementerian Kesehatan No HK 02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Meski harga tes PCR turun tetapi bukan berarti waktu untuk menunggu hasil tes lebih lama. Menurut Gibran sesuai regulasi, waktu untuk menentukan hasilnya sama seperti sebelumnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat telah menurunkan harga pemeriksaan PCR sebesar Rp275.000 untuk Pulau Jawa dan Bali. Sementara harga untuk luar Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp300.000.

Sementara itu Direktur RSUD dr Moewardi Solo, Cahyono Hadi mengatakan meskipun harga PCR turun tetapi pelayanan di rumah sakit tersebut tidak akan berkurang.

“Untuk pelayanannya sama, tidak ada bedanya. Waktu tunggu hasilnya masih tetap sama, yakni bisa sehari selesai,” ujarnya.

Pihaknya memperkirakan penurunan harga PCR tidak akan mempengaruhi jumlah orang akan melakukan tes. Selama ini di RS Dr Moewardi dalam satu hari rata-rata melayani 30 hingga 40 orang yang melakukan tes PCR.***

Tinggalkan Komentar