Home NasionalNusantara Hadir di Santri Weekend, Gibran Diminta Jadikan Solo, Kota Bersholawat dan Kota Santri

Hadir di Santri Weekend, Gibran Diminta Jadikan Solo, Kota Bersholawat dan Kota Santri

oleh Uti Farinzi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menghadiri Santri Weekend di Majelis Ar-Raudhah. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Hadir dalam acara Santri Weekend di Pondok Ar-Raudhah, Sabtu (20/11/2021), Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapatkan amanah dari pimpinan Ar-Raudhah, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. Yakni menjadikan Solo sebagai Kota Bersholawat dan Kota Santri.

Jika sebelumnya, sang ayah Presiden Joko Widodo saat menjabat Wali Kota Solo, telah menjadi Solo sebagai Kota Bersholawat maka Gibran diminta untuk meneruskan kegiatan tersebut sekaligus menjadikan Solo sebagai Kota Santri.

“Ya nanti kita agendakan lagi setelah nanti aturannya memungkinkan. Tenang saja, semua sudah rindu untuk melaksanakan event keagamaan seperti ini,” kata Gibran menanggapi permintaan Habib Novel.

Menurut Gibran, kegiatan seperti Solo Bersholawat nanti akan diselenggarakan seperti saat era Jokowi menjadi Wali Kota Solo.

“Iya nanti disamakan saja, tapi sekali lagi kita kan masih di tengah pandemi. Kegiatan masih sangat terbatas dan dilakukan secara hybrid,” jelasnya.

Terkait kehadirannya di acara Santri Weekend tersebut, Gibran menyebut hal tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terhadap kegiatan atau event keagamaan.

“Santri Weekend ini pertama kali diadakan setelah pandemi. Kita dukung penuh, kita juga lhat didalam kegiatannya juga menaati protokol kesehatan (prokes) ketat,” jelasnya lagi.

Pihaknya juga tidak mempermasalahkan santri-santri yang hadir dalam.acara tersebut berasal dari luar Kota Solo. Selama masih menaati prokes dengan ketat.

Sementara itu, pimpinan Pondok dan Majelis Ar-Raudhah, Habib Novel mengatakan Solo Bersholawat sudah ada sejak tahun 2009 lalu. Atau saat Wali Kota Solo Joko Widodo.

“Banyak orang gak tahu kalau Pak Jokowi sejak tahun 2009 sangat dekat dengan umat Islam dan┬ábeliaulah bersama ulama pada saat itu dan tidak ekspose, menjadikan Balai Kota Solo menjadi tempat bersholawat dan jalanan di Kota Solo di sepanjang jalam utama, orang-orang berjalan bersholawat,” papar Habib Novel.

Lebih lanjut Habib Novel mengatakan, seiring dengan kondisi yang mulai kembali normal maka pihaknya mengingatkan kepada Wali Kota Solo saat ini untuk bisa meneruskan kegiatan tersebut.

“Mas Gibran saya ingatkan bahwa bapaknya dulu membuat Solo bersholawat, MasyaAllah ini anaknya saya kasih usulan siapa tahu ditangan beliau ada tambahan Solo kota Sholawat dan kota santri,” ujarnya.

Karena menurut Habib Novel, di Kota Solo banyak pondok pesantren tetapi belum terlihat di permukaan. Pihaknya berharap Gibran mampu menjadikan Kota Solo menjadi Kota Bersholawat dan Kota Santri. Sehingga dunia bisa melihat bahwa di Kota Solo benar-benar sebagai kota yang adem dan menyenangkan.

“Sapa tahu ditangan walikota yang masih muda, energik. Namanya Gibran, artinya gigih berani Rakabuming Raka, pria yang menjadi kakak yang bisa mengayomi adik-adiknya yang membumi. Siapa tahu dengan nama itu bisa menjadikan Solo sebagai Kota Sholawat dan Kota Santri,” jelas Habib Novel.

Acara Santri Weekend merupakan kegiatan yang dilakukan Majelis A-Raudhah setiap hari Jumat hingga Minggu. Masyarakat umum yang berusia 17 tahun keatas bisa mengikuti acara tersebut, tetapi saat ini masih dibatasi 100 peserta, 50 peserta putra dan 50 putri.

“Hanya ada di Kota Solo, ini bukan pesantren kilat karena hanya dilaksanakan saat weekend saja. Jumat mereka cek in dan Ahad sore mereka cek out. Syaratnya usia 17 tahun ke atas dan ditambah sudah vaksin,” pungkasnya. ***