Home NasionalNusantara BST Mulai Dibagikan Kepada 63.000 KPM di Solo

BST Mulai Dibagikan Kepada 63.000 KPM di Solo

oleh Uti Farinzi
 

Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kota Solo dengan prokes ketat. (Foto : Istimewa)

 
 
FAKTUALid –  Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kota Solo, Jawa Tengah, mulai dicairkan hari Senin (26/7/2021). Penyaluran BST dilakukan melalui kantor kelurahan dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dengan memberlakukan jadwal pengambilan.
 
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka melakukan pengecekan penyaluran BST di sejumlah kelurahan. Gibran memantau penerapan prokes dan pembagian BST.
 
“BST hari ini lancar, tadi saya cek di Kelurahan Sumber dan Keprabon. Sudah lancar pokoknya, sampai nanti tanggal 29 Juli,” jelas Gibran.
 
Sementara itu, pembagian BST hari pertama di Kelurahan Keprabon berlangsung lancar dan tidak terjadi kerumunan. Pihak kelurahan membagi jadwal per RW dan setiap RW dibatasi hanya satu jam.
 
“Di Kelurahan Keprabon ada 316 KPM (Keluarga Penerima Manfaat)  ada tambahan susulan yang sebanyak 21. Penerima tersebar di enam RW uang dimulai pukul 08.00 WIB,” kata Lurah Keprabon, Rina Andriani.
 
Penjadwalan dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Jika ada yang datang sebelum jam yang ditentukan, diminta untuk pulang dulu dan kembali lagi sesuai jadwalnya.
 
“Kalau ada yang terlambat tidak sesuai jadwal juga kita minta pulang dulu dan kembali lagi setelah jadwal terakhir. Pembagian selesai satu hari ini,” katanya lagi.
 
Setiap KPM mendapatkan dua tahap langsung yakni sebesar Rp600.000. BST tersebut berasal dari Kementerian Sosial.
 
“Warga hanya membawa KTP, KK dan surat undangan. Yang membagikan petugas dari kantor pos semua, kami hanya memfasilitasi tempat saja,” ucapnya.
 
Salah satu warga penerima BST, Edi mengaku senang dengan bantuan yang diterimanya. Sebab selama PPKM Darurat dan Level 4,  tempat bekerja istrinya tutup.
 
“Jadi penghasilan hanya dari saya, bantuan ini cukup membantu bisa buat bayar kos. Apalagi istri saya tidak kerja karena tempat kerjanya harus tutup saat PPKM,” ujar Edi yang berprofesi sebagai tukang ojek online itu.
 
Di Kota Solo, sekitar 63.000 KPM mendapatkan BST dari pusat. (Uti Farinzi) ***
 

Tinggalkan Komentar