Nusantara
Bertemu UNESCO, Gibran Pertanyakan Alasan Solo Gagal Masuk Jaringan Kota Kretif

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Kota Solo gagal masuk ke jaringan kota kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network. Kegagalan Kota Solo itu sempat ditanyakan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat bertemu dengan perwakilan UNESCO di Paris, Perancis, pekan lalu.
“Bertemu dengan UNESCO saya tanya kok Kota Solo 2 kali gagal masuk UNESCO Creative Cities Network,” jelas Gibran, Selasa (14/6/2022).
Menurut Gibran, ada kesalahan pada proposal dan presentasi. Setelah mengetahui kesalahan tersebut dirinya akan segera memperbaiki dan tahun depan akan mengajukan kembali.
“Nanti kita detailkan lagi, kemarin sudah diomongkan. Nanti kita ikuti Pekalongan, Ambon, Jakarta dan Bandung yang telah lebih dulu masuk ke Creative Cities Network,” jelasnya lagi.
Data-data akan lebih didetailkan termasuk melengkapi dengan portofolio Kota Solo dalam kegiatan internasional. Gibran menyebut sejumlah event internasional yang melibatkan Kota Solo saat ini mulai banyak.
“Ada ASEAN Para Games, Piala Dunia kemarin pameran di Paris. Nanti kita ajukan lagi, sudah tak catat semua kekurangannya,” katanya.
Tetapi dirinya belum menenukan akan dimasukkan kategori yang mana. Apakah batik atau gastronomi (kuliner), pasalnya Pekalongan sudah menonjolkan batik.
“Kemarin juga banyak dibantu, kalau batik gimana kan Solo juga punya batik, kalau gastronomi gimana,Solo kan juga punya. Dua-duanya bagus dan dua-duanya banyak saingan, gak hanya satu atau dua tapi ribuan,” ujarnya.
Untuk mengajukan kembali Kota Solo dalam jaringan kota kreatif UNESCO itu, dirinya tetap akan menginduk pada kota-kota lain yang sudah lebih dulu masuk yakni Pekalongan, Ambon, Jakarta dan Bandung. ***