Nusantara
Belum Vaksin Booster, Pegawai di Lingkungan Pemkot Solo Akan Ditunda TPP nya

Gedung Balai Kota Solo. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Pagawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang belum mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster, akan ditunda pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nya.
Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Pemerintah Kota Solo nomor KS.00.23/2348/2022 tentang Percepatan Vaksinasi Covid-19 terhadap Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Solo.
Dalam SE tersebut salah satunya tertulis, bagi perangkat daerah / UOBK yang belum semua pegawainya mengikuti vaksinasi Covid-19 maka akan ditunda pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai pada bulan Juli di Perangkat Daerah/ UOBK secara keselurahan.
“Kalau jumlahnya kurang dari 100 tetapi sesuai ketentuannya 1 pun saja yang belum vaksin maka dianggap menjadi penghambat. Seperti di tempat saya dari 58 pegawai ada 1 yang KIPI berat dan dia mendapatkan surat dari dokter untuk ditunda vaksinnya,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkot Solo, Dwi Ariyatno di Balai Kota Solo, Selasa (19/7/2022).
Penundaan TPP tidak berlaku bagi pegawai yang belum vaksin karena kondisi tertentu yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
“Ada toleransi dengan kondisi seperti itu. Tapi tetap dicek kondisi kesehatan untuk siap mendapatkan vaksin,” jelasnya lagi.
Dwi menegaskan ketentuan tersebut hanya menunda pencairan TPP bukan menghilangkan. TPP akan dicairkan jika syaratnya telah dilengkapi.
“Untuk proses verifikasi dilakukan oleh dinas kesehatan. Pasca verifikasi prosesnya masuk ke sistem saya, kalau sudah ada laporan dan persetujuan dari Bu Ning (Kepala Dinas Kesehatan Kota) maka akan jadi lampiran bagian dari persyaratan,” paparnya.
Dwi juga menyebut sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah 100 persen pegawainya mendapat vaksin booster. Seperti Kesbangpol , Bappeda serta BKPSDM. Sedangkan OPD yang belum 100 persen diantaranya DKK, dan dinas pendidikan.
Sementara itu, Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih mengatakan jumlah pegawai di masing-masing OPD yang belum booster semakin berkurang.
“Jadi kemarin dari data yang masuk ke kami itu ada sekitar 100-an. Begitu kita cek kemudian langsung kita infokan ke OPD untuk segera melengkapi,” kata Ning.
Ning mengatakan sejumlah OPD tidak bisa 100 persen pegawainya memenuhi syarat vaksin booster. Karena kondisi kesehatan ada yang tidak memungkinkan untuk dilakukan vaksin.
“Kemarin bahkan ada yang baru vaksin dosis pertama. Di tempat saya sendiri ada yang belum vaksin alasannya takut, la itu tanggungjawab kepalanya bagaimana caranya, akhirnya dia mau vaksin,” ujarnya.
Sementara itu disinggung capaian vaksinasi booster di Kota Solo saat ini baru 58,9 persen atau sebanyak 245.692 orang. Antusiasme warga untuk vaksin booster saat ini semakin menurun. ***