Nusantara
Bangunan Pasar Legi Senilai Rp104,3 M Akan Diresmikan, Gibran Minta Pedagang Ubah Mindset

Dirjen Cipta Karya KemenPUPR Diana Kusumastuti bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Tinjau Pasar Legi. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Bangunan baru Pasar Legi Solo, sudah mulai ditempati pedagang, menyusul akan diresmikannya bangunan tersebut tanggal 20 Januari mendatang. Pasar Legi Solo mengalami kebakaran hebat tahun 2018 laku dan dibangun kembali oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) senilai Rp104,3 miliar.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta pedagang untuk mengubah mindset karena Pasar Legi dibangun dengan konsep green bulding. Sebelum peresmian tanggal 20 mendatang, hari ini Sabtu (16/1/2022), Dirjen Cipta Karya KemenPUPR, Diana Kusumastuti meninjau bangunan tersebut.
Bersama wali kota, Dirjen Cipta Karya keliling meninjau beberapa bagian pasar. Pihaknya juga mendapat masukan dan keluhan dari sejumlah pedagang. Mulai dari tampiasan air saat hujan turun, hingga suara bising exhaust.
“Karena ini kan greem building jadi memang tidak ada penutup, kalau ditutup kan sayang. Nanti kita carikan solusi agar air tidak tampias,” jelas Diana disela-sela meninjau bangunan.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti masalah sampah. Menurut Diana, kebiasaan pedagang harus diubah. Untuk itu pihaknya akan menyediakan kontainer sampah, agar pedagang tidak membuang sampah sembarangan.
“Masalah sampah pedagang harus mengubah kebiasaan, termasuk bongkar muat juga. Harusnya truk dan bus tidak boleh masuk sampai dalam. Truk hanya boleh masuk depan nanti masuknya dipindah dengan mobil kecil,” jelasnya lagi.
Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan saat ini yang terpenting adalah pedagang masuk dulu ke bangunam baru. Sambil perbaikan dari masukan pedagang tetap dilakukan.
“Pasarnya baru, yang penting pedagangnya tambah ramai dan kegiatan ekonomi berjalan lagi. Sambil perbaikan akan kami lakukan,” kata Gibran.
Gibran juga mengingatkan ke pedagang untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.
“Jangan mengupas bawang di tengah jalan. Terus ini dipasang sprinkle air, jangan untuk centelan sangkar burung, jangan untuk jemuran,” tegasnya.
Pedagang harus melakukan adaptasi di bangunan baru tersebut. Setelah satu tahun ini berjualan di pasar darurat. ***