Home NasionalNusantara Ada Sekolah Langgar Prokes, Gibran Minta Guru Sadar Pakai Masker Saat PTM

Ada Sekolah Langgar Prokes, Gibran Minta Guru Sadar Pakai Masker Saat PTM

oleh Uti Farinzi

 

Mobil dinas Wali Kota Solo ditinggal di SD Nusukan sebagai bentuk peringatan. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meminta semua guru di Kota Solo untuk selalu memakai masker saat kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Guru harus sadar jika murid-murid Sekolah Dasar (SD) belum divaksin.

“Sekali lagi guru-guru di sekolah harus sadar jika murid-murid belum divaksin terutama yang SD.  Kalau ngajar gak pakai masker, murid-murid pada meniru. Ini parah,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka seusai menghadiri upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Jurug, Rabu (10/11/2021).

Hal tersebut menanggapi temuan banyaknya guru dan murid di SDN Nusukan Barat 113 Solo yang melanggar protokol kesehatan (prokes) dengan tidak mengenakan masker. Sebagai bentuk peringatan pelanggaran prokes di SD tersebut, Gibran meninggalkan mobil dinasnya di halaman sekolah tersebut.

“La fatal og, yang jelas surveilans harus dilakukan terus. Ngajar gak  gak pakai masker murid pada tiru-tiru. Parah, kemarin bengok-bengok (teriak-teriak) pengin PTM  tapi saat  PTM gak pakai masker,” ujarnya.

Apalagi dari hasil surveilans ditemukan kasus positif Covid-19. Pihaknya juga telah menyiapkan sanksi untuk guru yang melanggar prokes. Semua guru dan siswa di sekolah tersebut juga wajib di swab untuk memastikan semua negatif terpapar Covid-19.

“Iya kemarin ada dua sekolah, itu baru beberapa sekolah yang saya cek. Kemarin itu ngecek sendiri, gak menyamar, jelas-jelas pakai mobil dinas. Terus yang membukakan gerbang gak pakai masker, saat masuk ke dalam guru-guru juga gak pakai masker. Gak nyamar, ketoke aku sing ora dikenal wae (kayaknya aku yang tidak dikenal),”  katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati mengatakan hasil swab semuanya negatif. Sehingga PTM tetap berjalan.

“Ada 60 an yang di swab, Alhamdulillah semuanya negatif. Gak papa ini untuk mengingatkan saja untuk disiplin prokes,” kata Etty.

Untuk pemberian sanksi akan diserahkan sesuai aturan. Pihaknya juga telah meminta kepada Sekretaris Dinas Pendidikan untuk memanggil kepala sekolah di SD tersebut.

“Makanya kita panggil untuk klarifikasi. Tentu harus ditanyakan dulu, gurunya yang mana saja saya juga belum tahu,” pungkasnya. ***