Connect with us

Nusantara

15 Hari Isoman, Bagaimana Kondisi Gibran?

Avatar

Diterbitkan

pada

Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo yang dijadikan tempat isoman Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, hari  ini Kamis (17/3/2022) selesai menjalani isolasi mandiri (isoman) setelah terpapar virus Covid-19. Gibran menjalani isoman selama 15 hari sejak terpapar.

“Harusnya hari ini Kamis selesai isoman. Hari ini atau besok, untuk hasil PCR nanti kita tunggu saja,” jelas Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, kepada wartawan di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung.

Sebelumnya Gibran telah menjalani tes PCR kedua pada hari Kamis (10/3/2022) pekan lalu. Dari hasil tes PCR kedua tersebut ternyata Gibran masih dinyatakan positif Covid-19. Sehingga Gibran harus menjalani isoman kembali.

Terkait kondisi terkini putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut, Teguh mengatakan saat ini kondisinya sudah membaik. Hal itu juga terlihat saat Gibran mengikuti RUPS melalui zoom meeting.

“Kemarin dua kali mengikuti zoom meeting, itu suaranya juga sudah bagus gak ada batuk-batuk. Di gambar juga terlihat fisiknya sudah kembali normal, tidak ada pucat-pucat,” jelasnya lagi.

Advertisement

Teguh juga mengaku belum mengetahui hasil PCR yang dilakukan Gibran. Pihaknya juga belum menghubungi ajudan wali kota.

Meskipun Gibran sampai saat ini masih menjalani pemulihan di Loji Gandrung, tetapi di lokasi yang sama sudah ada agenda acara. Yakni kaji banding dari Pemerintah Kota Tasikmalaya.

“Tidak menganggu, karena bisa jadi beliau berada di sana (gedung lain di lingkungan Loji Gandrung), karena Pak Rudy (wali kota sebelumnya) selama satu tahun terakhir juga tinggal disana,” katanya.

Apalagi kegiatan di Loji Gandrung tersebut juga atas disposisi dari Wali Kota Solo.  Lebih lanjut Teguh juga mengatakan Loji Gandrung juga sudah menjadi tempat umum dan menjadi tempat wisata.

“Oleh Pak Rudy kemarin memang dijadikan salah satu tempat wisata. Termasuk kan di sini ada kamar Bung Karno, jadi ceritanya bisa disampaikan tidak hanya turis tapi warga masyarakat kan masih banyak yang belum tahu,” pungkasnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca