Home NasionalNusantara Warga Dari Luar Kota Solo Wajib Bawa Hasil PCR Negatif

Warga Dari Luar Kota Solo Wajib Bawa Hasil PCR Negatif

oleh Dwipraya

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. (Foto : Istimewa)

FAKTUALid – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota terbaru tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Dalam SE Wali Kota Solo No 067/1869 yang berlaku hingga tanggal 28 Juni tersebut, Pemkot Solo lebih memperketat pengawasan terhadap warga dari luar kota.

Salah satu poin disebutkan setiap individu pelaku perjalanan  lintas/ kota/ kabupaten/ provinsi yang menginap di Kota Solo, wajib membawa hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam, saat masuk hotel / losmen/ guest house/ sebutan lainnya atau diperiksa Satgas Jogotonggo.

“Warga dari zona merah yang masuk ke Solo wajib swab. Perjalanan dinas, atau ke hajatan ditunda dulu terutama untuk ke zona merah,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Solo, Rabu (16/6/2021).

Menurut Gibran, sebenarnya untuk wilayah Kota Solo cukup terkendali. Tetapi untuk wilayah di sekitar Kota Solo justru muncul varian baru virus Covid-19 karena bepergian ke Kudus.

“Jadi untuk hajatan, event-event kita tahan dulu,” ujarnya.

Dalam SE Wali Kota Solo tersebut juga diatur bagi pelaku perjalanan internasional, baik berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) dengan hasil uji swab PCR negatif, setelah melakukan karantina terpusat, diajurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 (empat belas) hari dibawah pengawasan Satgas Jogotonggo.

Poin lainnya juga menyebutkan bagi pihak perhotelan /losmen/ homestay dan sejenisnya dapat menerima tamu dengan kewajiban melampirkan hasil pemeriksaan Swab Antigen/PCR (Negatif) setiap individu yang berlaku 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam.

Untuk menghindari terpaparnya virus Covid-19, dalam SE tersebut juga melarang perjalanan menuju daerah zona merah. Selain itu juga melarang aktivitas pedagang yang berjualan menggunakan mobil di Pasar Cinderamata dan sekitarnya (area alun-alun utara).

“Pedagang bermobil di Alut tidak boleh sama sekali. Bawa atau tidak hasil swab antigen tetap tidak boleh,” kata Gibran sebelumnya.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus Covid-19.Apalagi pedagang bermobil di lokasi tersebut sebagian besar berasal dari wilayah utara Jawa Tengah dimana saat ini masuk kategori zona merah. (Uti Farinzi)***

Tinggalkan Komentar