Home NasionalNusantara Puluhan Warga Desa Di Lamongan Mendadak Terpapar Covid-19

Puluhan Warga Desa Di Lamongan Mendadak Terpapar Covid-19

oleh Dwipraya

Ilustrasi: Ist

FAKTUALid – Puluhan warga  Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan dinyatakan positif Covid-19, setelah ada warga yang menghadiri hajat pernikahan di Bojonegoro dan di Sidoarjo.

Bahkan dua warganya sudah meninggal karena Covid-19 dan dua lainnya menghembuskan nafasnya yang terakhir sebelum sempat dilakukan pemeriksaan.

Menurut Kabid Kesmas Dinkes Lamongan, Wasian, dua orang yang meninggal itu positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR.
“Yang dua lainnya belum diketahui penyebabnya, karena meninggal sebelum kasus ini mencuat,” ujarnya, Jumat (4/6/2021).

Saat ini, secara keseluruhan ada 36 warga desa tersebut yang dinyatakan positif. Sebagian warga harus menjalani isolasi mandiri di rumah, dan sebagian lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes PCR sebanyak 9 orang, sedangkan 27 lainnya terkonfirmasi positif berdasarkan rapid tes antigen yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dan klinik kesehatan.

Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan, kata Wasian, klaster baru ini dimungkinkan terjadi setelah ada warga yang mengikuti acara hajatan penganten di Bojonegoro dan Sidoarjo. Kasus ini muncul sekitar 3 hari setelah warga menggelar hajatan pernikahan.

Untuk mencegah penyebaran yang semakin meluas, Dinkes Lamongan bekerja sama dengan lintas sektoral untuk melakukan pembatasan aktivitas warga di desa tersebut. Seluruh dusun di desa itu juga sudah dilakukan penyemprotan dan fogging disinfektan.

Pihaknya berharap agar warga desa tersebut dan sekitarnya bersedia melapor ke petugas kesehatan, jika mengalami gejala yang mengarah ke Covid-19. “Kami juga meminta warga berkata jujur, agar kami bisa lebih cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” ujarnya.

Pada bagian lain, Kepala Desa Sidodowo, Ali Mahrus mengaku sudah melakukan penyekatan agar kasus Covid-19 ini tidak semakin menyebar kemana-mana. Mereka misalnya, melakukan penyekatan di batas perbatasan antara Desa Sidodowo dengan Desa Kedungwaras.

Pihaknya juga sudah menerapkan aturan lockdown di desa yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani tersebut. “Kami melarang ada aktifitas warga mulai pukul 19.00 WIB hingga pagi hari. Tapi kalau mau ke sawah tetap diperbolehkan, asal tetap mentaati protokol kesehatan,” ujarnya.(Akbar Surya)***

Tinggalkan Komentar