Home NasionalNusantara PTM di Solo Tetap Dilaksanakan Juli Meski Kasus Covid-19 Meningkat

PTM di Solo Tetap Dilaksanakan Juli Meski Kasus Covid-19 Meningkat

oleh Dwipraya

Simulasi PTM yang dilakukan di salah satu sekolah di Solo. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid –  Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah tetap akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli mendatang. Meskipun kasus Covid-19 di Kota Solo mengalami peningkatan.

“PTM tetap on schedul dilaksanakan Juli mendatang,” ujar Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (10/6/2021).

Gibran menegaskan, sekolah-sekolah di Kota Solo telah siap melaksanakan PTM. 

Kesiapan tersebut dilihat dari penerapan protokol kesehatan, serta fasilitas yang menunjang PTM dan SOP (standar operasional prosedur).

“Tetap ikuti instruksi dari pusat. Kalau dilihat dari keadaan Kota Solo aman-aman saja sih mau tiap hari atau berapa kali, namun kami tunggu intruksi dari pusat dulu,” jelasnya.

Munculnya klaster Covid-19 dari pondok pesantren (ponpes) di Solo, menurut Gibran tidak mempengaruhi rencana pelaksanaan PTM.

“InsyaAllah tidak mempengaruhi, PTM tetap on schedul Juli mendatang. Mereka kan ada di lingkungan pesantren,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Gibran mengatakan saat ini simulasi PTM di sekolah-sekolah di Solo juga sudah dilakukan setiap hari sehingga anak-anak sudah memahami terkait protokol kesehatan. Tetapi PTM tidak akan diikuti seluruh siswa secara bersamaan. Maksimal dalam satu kelas hanya 50 persen.

“Sekolah siap, SOP siap, protokol kesehatan juga siap,” katanya.

Pascalebaran, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Solo mengalami peningkatan yang signifikan. Setelah muncul klaster buka bersama di Kelurahan Sumber beberapa waktu lalu, kini muncul klaster baru dari Ponpes di Kelurahan Bumi Solo.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati juga mengatakan sebagian besar sekolah SMP di Kota Solo telah siap menjalankan PTM. Sedangkan untuk sekolah tingkat SD baru beberapa yang sudah siap.

“Dari 74 SMP negeri dan swasta di Kota Solo hanya tinggal 18 sekolah yang belum siap,” pungkasnya. (Uti Farinzi) ***

Tinggalkan Komentar