Home NasionalNusantara Polisi Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster

Polisi Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster

oleh Dwipraya

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Jajaran Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 39 ribu baby lobster atau benur asal Tulungagung.  Dua pelaku yang berhasil diamankan masing-masing WNT (33) dan RA (24) yang merupakan warga Desa Tasikmadu, Watulimo, Trenggalek.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, pengungkapan kasus ini bermula dari adanya informasi jual beli jenis benur yang dilarang dijualbelikan tersebut. “Selanjutnya kami mengantongi informasi pengiriman benur dengan mobil Yaris merah nomor polisi (nopol) AE 1291 PC,” ujarnya, Selasa (15/6/2021).

Petugas melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan kendaraan tersebut. Saat dilakukan penggeledahan di gudang milik WNT, petugas menemukan tiga sterofom berisi 30.500 benur yang terdiri dari 30 ribu jenis pasir dan 500 jenis mutiara.

Menurut Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy, kedua tersangka yang diamankan itu memiliki peran berbeda-beda. Tersangka RA misalnya, berperan sebagai pengepul benur dari para nelayan di kawasan Tulungagung dan sekitarnya.

Oleh tersangka ini, benur yang memenuhi persyaratan, dikumpulkan dan selanjtunya dijual kepada tersangka WNT.  Oleh tersangka WNT, benur ini akan dijual ke Jakarta.
 
Hasil penyidikan mengungkap fakta bahwa kedua tersangka mempunyai 79 ribu benur. Dari jumlah itu, sebanyak 30.500 berhasil digagalkan penyelundupannya dan 39 ribu benur lainnya telah berhasil dijual. Total kerugian negara ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Menurut Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I, Muhlin, ulah kedua tersangka itu melanggar hukum, karena jual beli dan ekspor benur dilarang, sesuai pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan terjerat Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 11 Tajun 2020 tentang perubahan Undang-undang (UU) Nomor 46 Tahun tentang Perikanan. Ancaman hukuman delapan tahun penjara atau denda Rp1,5 miliar.
Tersangka juga terjerat Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 KUHP. Ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda Rp1,5 miliar.(Akbar Surya)***

 

Tinggalkan Komentar