Home NasionalNusantara Plesetkan Pancasila Dan Nama Indonesia, Fariz Dijemput Polisi

Plesetkan Pancasila Dan Nama Indonesia, Fariz Dijemput Polisi

oleh Dwipraya

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Seorang warga Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, diamankan polisi karena memplesetkan Pancasila. Pekerja salon bernama Fariz Akbar Firdauz (38) itu dengan sengaja telah melecehkan dasar negara dengan membuat kata plesetan di WA saat peringatan Hari Pancasila, 1 Juni 2021 lalu.

Menurut Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda, pria ini diamankan setelah dirinya menerima pengaduan dari masyarakat tentang status WA yang tersebar di media sosial. “Kami tidak menahan pelaku dengan beberapa pertimbangan. Kami memberikan pembinaan agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya, Kamis (3/6/2021).

Dalam aksinya, pelaku membuat status di WA dengan memplesetkan kata Indonesia menjadi “Indonesial” dan  kata “Selamat Hari Pancagila dan Pancasalah”. Selanjutnya, ada orang yang mengcapsture status tersebut hingga tersebar ke beberapa grup WA, tepat di Hari Lahir Pancasila.

Karena dianggap meresahkan masyarakat, pria bertato ini langsung dijemput polisi dan diberi pembinaan. Pelaku diamankan tanpa perlawanan di tempat kerjanya di Kelurahan Pogar, Bangil.

Kepada polisi, pelaku mengaku tidak berniat menghina Pancasila atau Indonesia. “Saya cinta Pancasila dan Indonesia. Ini ungkapan saya agar Indonesia lebih baik lagi. Jangan sampai menjadi Indonesial dan Pancasalah,” ujarnya.

Dia mengaku bersalah dan meminta maaf kepada seluruh Bangsa Indonesia atas perbuatan yang saya lakukan. “Saya mengakui bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Beji, Kecamatan Beji, Syariffuddin menyebut pelaku sebagai orang baik dan tidak pernah membuat masalah di kampung halamannya. “Tampangnya mungkin serem karena berambut gondorng dan bergaya punk. Tapi dia sebenarnya orang yang baik,” ujarnya.

Pelaku, kata dia, merupakan anak seorang pensiunan guru SD. Tapi kedua orangtuanya berpisah, karena sang ayah pilih tinggal di Bali dan ibunya ada di desa tersebut.

Pihaknya mengaku kaget ketika status yang dibuat Fariz memicu masalah dan menjadi pembicaraan publik. Pihaknya berjanji akan melakukan pembinaan agar tidak ada lagi warganya membuat hal serupa.(Akbar Surya) ***

Tinggalkan Komentar